Forkopimda Nganjuk Tinjau Proyek Nasional Bendungan Semantok

Nganjuk, koranmemo.comRombongan Forkopimda Nganjuk melakukan kunjungan ke lokasi proyek nasional Bendungan Semantok, Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Rombongan juga menemui warga terdampak guna memotivasi serta menyampaikan potensi yang ada terkait keberadaan bendungan tersebut.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, Wakil Bupati Marhaen Djumadi, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Kav Joko Wibowo, Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta, Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, dan beberapa pejabat terkait.Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Ir. Saroni Soegiarto, ME., pada kesempatan tersebut menyampaikan, agar semua pihak yang terlibat dalam pembangunan bendungan Semantok bersinergi antar instansi dalam penyelesaian waduk Semantok yang ditargetkan selesai pada tahun 2021.

“Semoga bendungan yang berskala nasional yang dibangun dengan dana APBN ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Nganjuk,” ujarnya, Selasa (8/1).

Sementara itu, Konsultan supervisi Bendungan Semantok, Bambang mengatakan, bendungan yang berada di Desa Sambikerep Rejoso mempunyai spesifikasi panjang 3005 m tinggi 34 meter lebar dasar 400 meter dengan area genangan 342 hektar dengan debit air 32 sampai 42 juta M3. Dengan adanya bendungan Semantok, selain sebagai irigasi air baku juga dimanfaatkan untuk objek wisata.

Pada kesempatan tersebut ditampilkan visualisasi tiga dimensi tentang pembangunan bendungan Semantok. Dan juga pembangunan beberapa fasilitas pendukung bendungan semantok, antara lain kantor pengelola bendungan, gardu pandang, pos jaga, helipad, dan fasilitas lainnya.

Bambang juga memaparkan tentang progres pembangunan Bendungan Semantok. “Sampai saat ini sudah dalam tahap pembangunan dengan pembagian menjadi dua paket, yaitu paket satu dengan rencana 2,63 persen terealisasi 2,71 persen dan paket dua rencana pembangunan 4,06 persen terealisasi 2,59 persen,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat dalam sambutannya mengatakan, bendungan yang dibangun dengan dana Rp 2 triliun ini ditargetkan selesai tahun 2021. Bupati berharap bendungan ini selain untuk pengairan, juga diperuntukkan sebagai objek wisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Bupati Novi juga memerintahkan kepada pihak Perhutani untuk mewujudkan penghijauan di sekitar area bendungan.

“Dalam rangka percepatan bendungan ini, kepada Wabup dan Bappeda untuk membantu semua kebutuhan yang diperlukan dalam pembangunan,” tandasnya.

Bupati Novi menyampaikan potensi yang sangat besar dengan adanya Bendungan Semantok. Ia berharap agar keberadaan mega proyek itu juga bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar bendungan. Pucuk pimpinan eksekutif tersebut berharap semua pihak dapat bekerjasama dengan baik untuk percepatan penyelesaian pembangunan.

Setelah selesai kegiatan di tempat proyek, rombongan melanjutkan kegiatan dengan menemui warga yang terdampak langsung dengan adanya proyek bendungan, yaitu di Dusun Tritik Desa Sambikerep Rejoso. Di sana Bupati Novi bersama rombongan berinteraksi dengan masyarakat secara langsung untuk memberikan penjelasan sekaligus memberikan motivasi.

Disampaikan, pembangunan bendungan ini nantinya akan memberikan dampak positif bagi warga sekitar khususnya dalam bidang pertanian dan pariwisata.(Adv/pemkab)

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date