Festival Jaranan Turonggo Yakso, Pernah Tampil di Jepang dan Korsel

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Festival ke 22 jaranan Turonggo Yakso tahun 2017 kembali digelar Pemerintah Kabupaten Trengalek. Festival yang setiap tahunnya selalu ditunggu dan dinantikan penggemar kesenian khas asli Trenggalek ini berlangsung mulai 26 Agustus hingga 30 Agustus di Alun-alun Kecamatan Kota Trenggalek. Pesertanya kali ini juga membludak hingga 42 peserta yang sebagiannya berasal dari daerah sekitar kota “Kripik ini“.

Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc., yang secara resmi membuka Festival Jaranan Trenggalek 2017 ini mengatakan, umur festival yang sudah 22 tahun , artinya sudah 22 tahun Kabupaten Trenggalek menggelar pentas kesenian khas warisan leluhur, yaitu seni tari Turonggo Yakso. Pelestarian seni budaya di  Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu ciri khas dan watak daerah hingga mampu membentuk tali silaturahmi melalui media ini.

“Dengan pentas jaranan, meski tanpa dangdut, band maupun hiburan kekinian lainnya, masyarakat bisa berkumpul tumpah ruah padati Alun-alun Trenggalek,” ucapnya, Senin (28/8).

Ditambahkan bupati,  seni tari Turonggo Yakso yang merupakan kesenian asli Trenggalek telah mampu go international. Diceritakannya pada tahun 2016 lalu, Trenggalek mengirimkan pelatih tari beserta peralatan tari Turonggo Yakso untuk dipentaskan di Kota Beppu City, Oita, Jepang.

“Pada tanggal 15 Juli 2016 lalu, seni tari Turonggo Yakso tampil di grand show Indonesia Week. Suatu kebanggaan dan kehormatan bahwa yang memainkan tari tersebut adalah mahasiswa dari berbagai negara yang menimba di Jepang, ini suatu keniscayaan,” ungkapnya.

Event Indonesian Week sendiri diselenggarakan di kampus yang memiliki mahasiswa yang berasal dari 80 negara, dan sejak kurang lebih dari 10 tahun yang lalu telah menyedot minat publik Jepang, sebagaimana telah diberitakan oleh media-media nasional selama beberapa tahun terakhir.

“Berawal dari itu, kini Turonggo Yakso tampil di berbagai event di sana. Bahkan saat ini Turonggo Yakso menjadi salah satu ekstrakurikuler beberapa sekolah di Jepang,” ungkap Emil Dardak.

Kandidat profesor universitas ternama di Inggris ini menerangkan  “Turonggo Yakso Trenggalek telah membawa nama baik Kabupaten Trenggalek dan Indonesia ke kancah internasional maka kesenian yang lahir dari kecamatan pinggiran di Trenggalek yakni Kecamatan Dongko ini akan terus dipacu promosinya agar laku ke ;pasar internasional.

“Selain Jepang yang sudah menampilkan turonggo Yakso adalah di Kota Jejo Korea Selatan,” tandas peraih Doktor termuda se Asia Pasifik ini.

Kemasan Festival Jaranan yang ke-22 di tahun 2017 ini sedikit berbeda dibandingkan dengan penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya. Festival tahun ini diikuti oleh sebanyak 35 grup jaranan lokal dan 7 group jaranan dari luar Kabupaten Trenggalek.

Reporter : Puthut Purbantara

Editor     : Hamzah Abdillah

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *