Fenomena Ujar Kebencian (Hate Speech) dan Persatuan Bangsa

Teknologi merupakan salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi , smartphone (telepon pintar) telah dipakai hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Banyak sekali platform media sosial yang sering digunakan dalam masyarakat , khususnya di Indonesia, seperti  Instagram , Twitter , Facebook, dan masih banyak lagi.

Bahkan Indonesia tercatat sebagai pengguna Facebook terbanyak keempat di dunia, versi We Are Social.  Indonesia menempati urutan keempat setelah India , Amerika Serikat, dan Brazil.

Kemudahan dalam menulis , berkomentar , dan menyampaikan pendapat di media sosial merupakan salah satu perkembangan yang baik.  Hal mengenai kebebasan berpendapat juga telah tertuang dalam UUD 19945 pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yaitu, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”.

Semua orang bebas berpendapat tanpa adanya halangan dari pihak manapun, serta semakin mudah dengan adanya aplikasi media social.  Tetapi kenyataannya dalam implementasi di kehidupan sehari-hari , banyak masyarakat yang menyalahgunakan kemudahan  serta kebebasan dalam berpendapat di media sosial.

Fenomena ucapan kebencian (hate speech) di media sosial sering sekali kita temui . Ucapan kebencian merupakan bentuk tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain dalam hal berbagai aspek seperti ras, warna kulit, etnis, gender, cacat, orientasi seksual, kewarganegaraan, agama, dan lain-lain.

Etika dalam dunia maya merupakan hal yang harus ditekankan kembali dalam kehidupan sehari-hari. Namun nyatanya , tindakan penyalahgunaan media sosial untuk menyebarluaskan hal-hal yang tidak baik mengenai ras, agama, suku bangsa, atau kelompok tertentu semakin marak sehingga dianggap hal yang biasa.

Saat kita menggunakan Instagram dan melihat foto di sebuah akun artis terkenal , apabila kita membaca kolom komentar selalu ada orang-orang yang dengan bebas berkomentar buruk. Komentar buruk yang ditulis seperti mengejek tentang anggota tubuh, serta ejekan-ejekan yang tidak selayaknya diucapkan kepada orang lain.

Follow Untuk Berita Up to Date