Fasilitas Tak Memadai, Sopir MPU Mengeluh

Trenggalek, koranmemo.com – Puluhan sopir mobil penumpang umum (MPU) yang mengais rezeki di seputaran relokasi pedagang Pasar Pon berharap Pemkab Trenggalek segera meningkatkan fasilitas penunjang operasional pelayanan. Pasalnya terminal sementara yang ada di ruas Jalan Dewi Sartika dinilai kurang begitu nyaman sehingga berdampak pada penghasilan mata pencaharian.

Peningkatan sarana dan prasarana (Sarpras) penunjang operasional itu diantaranya adalah di lokasi tempat pemberhentian MPU. Untuk saat ini pemberhentian MPU hanya berada di ruas jalan saja sehingga tidak ada tempat untuk berteduh atau halte. Kondisi ini membuat para sopir dan calon penumpang merasa kepanasan atau kehujanan karena kondisi cuaca saat ini cenderung hujan.

“Sebenarnya kami menginginkan istilahnya pada tempat parkir MPU ada iyup-iyupnya agar bisa digunakan untuk berteduh baik dari panas maupun hujan,” kata Sutrimo, salah satu sopir yang biasa mangkal di Terminal Colt Trenggalek.

Dengan kondisi terminal sementara yang ada saat ini, lanjut Sutrimo membuat penumpang lebih berkurang dari sebelumnya. Tak ayal menyikapi hal tersebut, dia bersama sopir MPU lainnya meminta agar lokasi sementara dipindah, ketempat yang lebih layak. Mengingat di sekitar tempat tersebut ada lokasi yang sedikit layak dari ruas Jalan Dewi Sartika Trenggalek, yaitu bekas Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek.

“Semoga saja keinginan kami ini didengar oleh pemerintah. Makanya kemarin (Senin 18/3, red) saya bersama puluhan sopir lainnya mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Trenggalek untuk menyampaikannya,” ujarnya.

Kasi Angkutan Orang dan Terminal Dishub Trenggalek, Didik Budi Susilo ketika dikonfirmasi hal tersebut mengaku telah menerima aspirasi dari perwakilan puluhan sopir MPU. Kendati demikian, pihaknya tidak berani langsung mengambil keputusan. Saat ini aspirasi dari para sopir MPU ditampung dan nantinya akan laporkan kepada pimpinan terkait kebijakan selanjutnya.

“Intinya teman-teman sopir MPU ini ingin mendapatkan lokasi terminal sementara yang sedikit nyaman baik bagi calon penumpang dan sopir juga, dengan parkir agak luas,” jelasnya.

Dishub akan segera berkoordinasi dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, guna mempertimbangkan aspirasi dari para sopir MPU. Mengingat, saat ini bekas kantor Dispendukcapil Trenggalek, rencananya akan dikelola oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk lokasi bongkar muat barang.

“Kami akan koordinasikan dan jika diperbolehkan lokasi itu (bekas kantor Dispendukcapil,red) untuk terminal sementara dan disetujui pimpinan, maka kami langsung memindahkannya,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date