Enam Penjarah Wisata Via Ferrata Diamankan

Trenggalek, Koranmemo.com – Kepolisian Resort Trenggalek mengamankan enam pelaku penjarah wisata Via Ferrata, tepatnya di Dusun Krajan Desa Watuagung Kecamatan Watulimo. Selain mengamankan enam pelaku yang tinggal tidak jauh dari wisata adrenalin itu, petugas masih memburu satu pelaku lainnya yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S mengatakan, mereka diamankan dalam kurun waktu hampir bersamaan. Petugas menyita beberapa barang bukti hasil pencurian hingga sebuah mobil bak terbuka yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksi. “Enam tersangka, satu masih DPO,” kata dia, Rabu (14/8).

Mereka membagi tugas dalam melancarkan aksi. Beberapa pelaku mengambil sebuah triplek hingga seperangkat alat yang digunakan untuk memanjat. Belakangan diketahui, triplek itu digunakan untuk membuat meja serta kursi untuk dikomersialkan. “Tafsir kerugian mencapai Rp 40 juta,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan seperangkat alat panjat tebing itu belum sempat terjual beserta barang bukti lainnya seperti mesin diesel, lantaran pelaku keburu diamankan. Dua pelaku yakni Nanang Wahyudi (27) dan Firdaus Khoiru Mahfud (20) diamankan petugas di Kalimantan Tengah. “Di lokasi kerja, sebuah PT,” jelasnya.

Petugas mendapatkan informasi dan mengamankan tiga tersangka lainnya, yakni Aris Santoso (37), Kariman (49) dan Muyoto (53). Dari ketiga tersangka, petugas kembali mengamankan tersangka lainnya yakni Bambang Suroso (44). “Mereka tinggal di Dusun yang sama, hanya berbeda RT dan RW,” ujarnya.

Penangkap enam tersangka itu setelah petugas mendapatkan laporan pengelola wisata, Topan Eko Waktra (35). Mereka terancam pasal 200 ayat (1) KUHPidana dan/atau pasal 363 ayat (1) ke-4e dan ke-5e KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 dan/atau 5 tahun penjara. “Kami apresiasi Polsek Watulimo beserta tim,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date