Eksekusi Lahan Tol Ricuh, Dipicu Ganti Rugi Terlalu Rendah

Nganjuk, koranmemo.comProses eksekusi lahan terdampak tol di Desa Bungur Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, pada Senin (7/8) kemarin, dricuh. Pasalnya, pemilik lahan terdampak tol Ngawi-Kertosono menolak dilakukan eksekusi lantaran menilai lahan mereka dihargai rendah.

Pantauan Koranmemo.com, dengan membawa poster berisi penolakan, puluhan warga setempat berusaha menghalangi alat berat yang akan mengeksekusi lahan pertanian untuk dijadikan Tol Ngawi-Kertosono. Warga bersikukuh menolak eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk, dengan alasan belum melepas tanah mereka karena tidak sesuai harga.

Karena perundingan buntu, pihak kepolisian terpaksa mengamankan beberapa warga yang dinilai menjadi provokator. Akibatnya, kericuhan antara warga dan petugas tak dapat dihindarkan.

Suwito, salah satu warga pemilik lahan mengatakan, warga tidak rela melepaskan lahan mereka dengan harga Rp 177 ribu per meter. Bahkan, Suwito mengaku sebelumnya tanah terdampak tol pernah ditawar hanya Rp 80 ribu saja per meter.

“Alasan kami karena di desa sebelah lahan terdampak tol dihargai sangat tinggi mencapai Rp 700 ribu lebih per meter. Padahal tanah yang dihargai mahal itu tanah rawa dan tak bisa ditanami tanaman,” ungkapnya kepada wartawan.

Warga menilai ada perlakuan diskriminatif dari tim pembebasan lahan tol. Karena itu mereka meminta supaya tanah mereka juga dihargai sama tingginya dengan lahan di luar desa mereka. Warga beralasan tanah mereka lebih subur daripada tanah desa lain yang dihargai mahal oleh tim pembebasan lahan tol.

Sementara itu, Mohammad Samsul Arifin, Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk mengungkapkan, hari ini pihaknya melakukan eksekusi sebanyak 24 bidang lahan di tiga titik, yakni di Desa Bulu Putren, Desa Bungur, dan Desa Nglundo Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. “Eksekusi dilakukan setelah ada masa sanggahan 14 hari, tidak ada gugatan dari pemilik lahan,” jelasnya.

Menurut data di tim pembebasan lahan tol, sedikitnya terdapat 164 petak lahan yang hingga kini belum dibebaskan. Semua lahan yang belum dibebaskan nantinya juga akan dieksekusi menunggu ada penetapan hukum tetap dari Pengadilan Negeri Nganjuk.

Reporter: Andik Sukaca
Editor: Achmad Saichu
Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.