Ehoumaki, Tradisi Jepang Untuk Keberuntungan

Jepang, koranmemo.com – Jepang dikenal memiliki berbagai tradisi dan juga perayaan yang dirayakan di waktu-waktu tertentu. Salah satu tradisi yang masih dirayakan dan dilaksanakan oleh penduduk Jepang adalah tradisi Ehomaki.

Ehomaki adalah tradisi yang dirayakan setiap tanggal 3 Februari, yaitu sehari sebelum musim semi di Jepang dimulai, dan dirayakan dengan cara memakan sushi roll.

Jika biasanya sushi roll disajikan dengan cara dipotong-potong terlebih dahulu, maka berbeda saat tradisi Ehomaki.

Ehomaki sendiri mempunyai arti gulungan keberuntungan dan disebut juga futo-maki atau gulungan sushi tebal. Dalam tradisi ini, kita harus memakan sushi roll dengan cara menggigit gulungan sushi tanpa dipotong.

Selain dimakan tanpa dipotong, memakan sushi roll ini juga harus menghadap ke arah mata angin yang sudah ditentukan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keberuntungan yang ditentukan setiap tahunnya berdasarkan pada filsafat Cina kuno.

Tradisi Ehomaki ini dipercaya sudah dilakukan sejak jaman Edo pada tahun 1603 sampai 1868. Rata-rata orang zaman dahulu melakukan tradisi ini selain untuk mendapatkan keberuntungan juga untuk memohon kesehatan dan juga kemakmuran.

Ehomaki dibuat dengan menggunakan 7 bahan dasar yang juga dipercaya bisa memberikan keberuntungan yang besar, nih, sesuai dengan 7 dewa keberuntungan dalam cerita rakyat Jepang.

Tujuh bahan utama ini biasanya terdiri dari jamur shiitake, mentimun, telur dadar gulung, belut, sakura denbu atau bubuk ikan manis, dan tahu kering yang sudah dibumbui.

Tanggal 3 Februari disebut juga dengan festival Setsubun, yang juga dikenal dengan festival melempar kacang. Orang-orang akan melempar kacang kedelai panggang di sekitar rumah dan di luar pintu, serta kuil-kuil dan tempat-tempat suci.

Kacang dilemparkan untuk mengusir nasib buruk dan membawa keberuntungan, sambil meneriakkan “setan keluar, keberuntungan datang”.

Editor:  Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date