Economic Outlook 2019, Wali Kota Kediri: Perbankan harus Bantu Modal UMKM

Kediri, koranmemo.com – Kediri adalah kota kecil namun memiliki potensi yang sangat besar. Meski luasnya hanya 63,40 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sebesar 291.893 jiwa, namun potensi penduduk yang datang di Kota Kediri mencapai 1,5 – 2 juta jiwa per hari.

Kota Kediri memiliki program pengendalian inflasi yang bagus hingga mendapat penghargaan TPID Terbaik se-Jawa Bali tahun 2017. Di tahun 2018 pada bulan Mei dan Agustus Kota Kediri mengalami deflasi sebesar -0,17% dan -0,10%.

“Jadi Kota Kediri adalah kota kecil namun punya banyak penyangga salah satunya di sektor industri. Selain itu ada satu penyangga lain adalah tingkat inflasi yang rendah ini di sektor pasar. Kita punya pasar grosir yang menyuplai barang di Kalimantan dan Suraya bahkan ada yang diekspor,” jelas Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat memaparkan potensi ekonomi Kota Kediri dalam acara Economic Outlook 2019 yang digelar Bank Jatim Cabang Kediri.

Mas Abu, sapaan akrabnya, menuturkan di tahun 2017, PDRB Kota KediriĀ  mencapai 116 trilyun sedangkan PDRB tanpa industri pengolahan tembakau hanya 24 trilyun. Untuk meningkatkan PDRB tanpa industri tembakau yang harus kita dorong adalah sektor baru yakni industri kreatif.

“Teman-teman perbankan harus perhatikan ini dengan membantu memberi modal pada UMKM. Kita di pemerintah memiliki anggaran yang cukup terbatas dan hanya bisa memberikan stimulus pada mereka,” ujarnya.

Wali kota muda berusia 38 tahun ini juga menjelaskan untuk mendorong UMKM, Pemkot Kediri membuat acara-acara seperti Car Free Night, Food Fest, Bazarku Bazarmu serta Mahakarya Kediri agar UMKM Kota Kediri bisa memamerkan produknya. Pemkot Kediri juga mendatangkan desainer ternama untuk lebih mengangkat potensi kain tenun ikat Kediri, serta kerjasama dengan Bukalapak untuk marketing secara online. “Saya juga minta bank untuk membantu UMKM yang belum bankable,” harapnya.

Kota Kediri juga memiliki IPM diatas IPM nasional dan Jawa Timur yakni diangka 77,13 serta angka harapan hidup sebesar 73,69. Nantinya di Kediri akan dibangun bandara dan jalan tol Trans Jawa. Untuk menangkap peluang itu, Pemkot Kediri mengambil kebijakan untuk membangun sumber daya manusia, melalui program seperti English Massive yang saat ini telah diikuti sebanyak 3108 partisipan dan ada pula beasiswa perguruan tinggi untuk mahasiswa kurang mampu sebanyak 1500 mahasiswa.

“Saya meminta kepada bank jatim untuk bisa membantu dengan sistem student loan. Dengan cara tersebut nantinya mahasiswa dan calon mahasiswa menjadi terbantu dan akan lebih produktif saat kuliah,” imbuhnya.

Selain itu, Pemkot Kediri juga melakukan penyederhanaan perizinan dari 153 menjadi 56, serta mempermudah layanan perizinan yang bisa dilakukan secara online melalui Kediri Single Window for Investment dan setelah selesai perizinan online tersebut akan dikirim melalui pos. “Realisasi investasi di Kota Kediri mencapai Rp 717 miliar,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Mas Abu juga menyampaikan program unggulan Kota Kediri yakni Prodamas, pembangunan infrastruktur seperti Satu Kelurahan Satu Taman, RSUD GambiranĀ  Politeknik Kota Kediri, Pasar Setono Betek dan penyelesaian Jembatan Brawijaya.

Dalam acara yang bertajuk “Tantangan Perekonomian dan Peluang Bisnis ke depan” di Ruang Kilisuci Grand Surya, Sabtu (13/10) ini bertindak selaku narasumber lainnya adalah Prof.Dr.Candra Fajri Ananda, MSc Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya.

Di akhir acara, terdapat penyerahan plakat dari Bank Jatim Cabang Kediri kepada Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Hadir dalam kegiatan ini Kapolresta Kediri AKBP.Anthon Haryadi, Komisaris Utama Bank Jatim Akhmad Sukardi Direktur Operasional Bank Jatim Rudi Hariono,

Pemimpin Divisi Trisury Bank Jatim Revi Adiana Silawati, perwakilan Bank Jatim Cabang, pengusaha, serta kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date