Dua Tas Ransel Mencurigakan Tergeletak di Pinggir Jalan, Isinya Bikin Kaget

Trenggalek, Koranmemo.com – Keheningan malam di sekitar Jalan Pahlawan Dusun Jarakan Desa Karangsoko Kecamatan/Kabupaten Trenggalek mendadak buyar. Para warga resah dengan ditemukannya dua tas ransel berwarna hitam yang ditinggal begitu saja di pinggir jalan oleh seorang pria ‘misterius’ dari sebuah kendaraan angkutan umum.

Dua tas ransel berukuran sedang itu, pertama kali diketahui oleh Karidi (49) warga RT 24/09 Dusun Punjung, Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. Ketika itu, dia tengah bekerja di sebuah depot soto, tak jauh dari lokasi ditemukannya dua tas mencurigakan, Jumat (14/9) malam.

“Dia tukang parkir di depot soto itu,” kata Iptu Supadi, Kasubbag Humas Polres Trenggalek kepada koranmemo.com.

Supadi menjelaskan, saat bekerja, pria yang juga sebagai satpam di depot makanan itu melihat seorang laki-laki turun dari sebuah bus sekitar pukul 19.15 WIB. Setelah melihat laki-laki ‘misterius’ itu turun dari bus, pada saat bersamaan Karidi juga melihat kondektur bus menurunkan dua buah tas ransel warna hitam dan meletakkannya di pinggir jalan. “Namun hampir 30 menit berlalu, dua tas ransel warna hitam itu tidak  diambil pemiliknya,” kata Supadi.

Sontak keberadaan dua tas ransel itu meresahkan warga sekitar. Karena tidak segera diambil dan dianggap mencurigakan, lanjut Supadi, oleh warga sekitar yang  merasa penasaran bercampur resah, akhirnya kejadian itu dilaporkan ke Mapolres Trenggalek. “Mendapatkan laporan itu, kami segera bergegas menuju lokasi untuk melakukan  olah tempat kejadian perkara (TKP),” jelasnya.

Petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan kondektur bus yang menurunkan dua tas ransel warna hitam, yang menimbulkan keresahan warga. Berdasarkan hasil keterangan, Imron (38), kondektur bus itu membenarkan jika telah menurunkan dua tas ransel itu, yang diketahui adalah milik seorang laki-laki yang tidak  dikenalnya. “Tepatnya di selatan traffic light Jarakan atau dekat depot soto tersebut,” ujarnya.

Supadi menambahkan, kondektur bus tersebut menurunkan barang itu dengan alasan karena penumpang tersebut tidak mau membawa dua tas ranselnya dengan alasan berat. Bahkan kondektur bus itu menyebut jika penumpang bersangkutan tidak bayar ongkos karcis. “Berdasarkan keterangan saksi demikian,” kata dia.

Sembari menggali informasi di lapangan, petugas yang tiba di TKP segera melakukan sterilisasi dan memasang police line untuk kepentingan penyelidikan. Selanjutnya dengan dibantu lampu penerangan, petugas melakukan pemeriksaan dua tas ransel itu menggunakan metal detektor. “Kami lakukan sterilisasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Supadi, tidak ditemukan senjata tajam, senjata api, maupun unsur bahan peledak. Dua dalam tas ransel yang bikin heboh itu isinya hanyalah peralatan perlengkapan pribadi seperti seperangkat alat mandi, alat cuci, dan beberapa perlengkapan pribadi lainnya. “Setelah kami keluarkan isinya, tidak terlihat benda mencurigakan.  Sebab saat tas diturunkan oleh kondektur, sudah dalam keadaan terbuka sehingga terlihat jelas isinya,” kata Supadi.

Setelah mengumpulkan sejumlah keterangan, diketahui tas itu adalah milik Tris Isnanto (38) warga RT 03/08 Dusun Panjen Desa/Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan keterangan warga sekitar, pria itu mengalami gangguan jiwa dan mempunyai kebiasaan berjalan kaki tanpa tujuan yang jelas dengan membawa perlengkapan pribadi. “Berdasarkan keterangan warga sekitar yang bersangkutan demikian (ODGJ,red),” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date