Dua Tahun Mengidap Tumor, Pemerintah Tutup Mata

Nganjuk, koranmemo.com – Suwarto (48), terus meratapi nasibnya. Penderita tumor gigi fabola asal RT 06/RW 02 Desa Ngadipiro Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk hanya bisa menahan sakit.

Upaya terapi kemo yang dilakukan RSUD Dr Soetomo selama 5 kali tak membuahkan hasil, bahkan tumornya semakin tumbuh subur. “Awalnya gigi saya ngilu, tumbuh benjolan di gusi dan saya kasih obat salep, tapi malah membesar,” ungkap Suwarto, Kamis (8/11).

Lama kelamaan, benjolan itu semakin membesar hingga suatu ketika pecah, keluar darah dan tumbuh daging. “Waktu itu saya bawa ke RSUD Nganjuk dan disarankan operasi, namun harus ada uang Rp 12 juta. Saya takut, wong gak punya uang,” urai Suwarto.

Dengan menahan rasa sakit, Suwarto tak patah semangat. Dia masih terus bekerja sebagai sopir truk. Selama dua tahun dia harus berjuang melawan sakitnya sembari mengemudikan truk.

Ketika tumor itu mulai mengganas, akhirnya suami dari Supatminah (43) ini  minta surat keterangan tidak mampu (SKTM) kepada pemerintah desa setempat untuk dibawa ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Beruntung saat itu kepala desa setempat member uang Rp 1 juta untuk akomodasi saat terapi kemo. Suwarto berharap pemerintah daerah setempat peduli atas sakit yang dieritanya dan bukan tutup mata. “Saya berharap pemerintah dapat membantu agar saya bisa operasi,” pinta Suwarto.

Menanggapi hal itu, Arif Witanto Ketua DKR Kediri Raya menyayangkan sikap pemerintah daerah setempat yang tidak merespon sakit yang diderita Suwarto. “Pemerintah daerah lamban dalam merespon keluhan warganya,” katanya.

Dia berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk memberikan fasilitas agar Suwarto bisa dioperasi, meski hanya memiliki SKTM.

“Semoga penanganan Pak Suwarto bisa maksimal, dan pemerintah optimal memberikan bantuan. Pemerintah daerah harus memberi jaminan kesehatan, agar Pak Suwarto bisa sembuh seperti sedia kala,” tukasnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date