Dua  Penganiaya Nelayan Diringkus, Satu Buron

Trenggalek, koranmemo.comSatreskrim Polres Trenggalek meringkus dua dari tiga orang pelaku pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Siswoyo (41) seorang nelayan warga Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek di salah satu cafe setempat.

Dua tersangka adalah Muhammad Rofiq (59) Dusun Tolak Desa Pandean Kecamatan Durenan Trenggalek yang saat ini sudah dalam proses peyidikan masuk tahap 2. Sedangkan Nanang Siswanto (27) Desa Pancer Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi masih proses penyidikan dan yang satu orang masih DPO

Koplres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kasubag Humas Iptu Supadi membenarkan penangkapan dua orang yang diduga pelaku penganiayaan di cafe di Kecamatan Watulimo dan menetapkan status tersangka kepada 3 orang pelaku.

“ Benar Polres Trenggalek telah meringkus dua orang yang diduga pelaku penganiayaan di Watulimo. Dalam kasus ini kami menetapkan tiga orang tersangka, sedangkan yang satu orang tersangka masih dalam DPO,’’ucapnya.

Dipaparkan, kejadian berawal pada Sabtu (30/12/2018) lalu, saat itu tersangka dan korban berada di kafe yang sama dengan meja berbeda di Tasikmadu Watulimo. Tidak diketahui penyebab yang pasti tiba-tiba mereka terlibat cek cok hingga terjadi pengeroyokan terhadap korban.

Para tersangka setelah melakukan pengeroyokan dan menganiaya terhadap korban kemudian kabur. Selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Watulimo.

Mendapat laporan, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Barang bukti yang di amankan berupa kaos oblong yang terdapat bercak darah korban, celana yang juga ada bercak darah dan potongan kayu yang diduga kuat digunakan memukul korban.

“ Semua barang bukti dan tersangka saat ini sudah diamankan di Polres Trenggalek dan para tersangka akan dikenakan Pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 KUHP atas tindakannya yang mengakibatkan luka dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,’’terangnya.

Ditambahkan, untuk tersangka F yang telah ditetapkan statusnya sebagai DPO, orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek ini meminta agar menyerahkan diri. “Lebih baik menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,’’pungkasnya.

Reporter: Suparni

Editor: Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date