Dua Kecamatan Krisis Air Bersih

Warga rela berebut air bersih di Kecamatan Tanggunggunung kemarin.(Memo/Pendik).
Warga rela berebut air bersih di Kecamatan Tanggunggunung kemarin.(Memo/Pendik).

*Pemkab Kekurangan Armada Truk Angkut Air

Tulungagung, Memo- Krisis air bersih melanda Kabupaten Tulungagung. Krisis air bersih utamanya di Kecamatan Tanggunggunung dan Pucanglaban terjadi sejak dua bulan. Ribuan warga di dua kecamatan hanya mengandalkan pasokan air bersih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Krisis air bersih disebabkan karena kemarau berkepanjangan. Banyak sumur yang airnya berkurang, bahkan airnya keruh. Sehingga tidak layak untuk dikonsumsi dan keperluan sehari-hari seperti mencuci maupun mandi.

Sementara BPBD mengerahkan dua truk tangki dengan kapasitas sepuluh ribu liter mendroping air bersih ke Desa Pakisaji Kecamatan Tanggunggunung (19/9). Ribuan warga rela mengantre dan berebut untuk mendapatkan bantuan air bersih dari mobil milik PDAM itu.

Istiweni salah satu warga mengatakan selama dua bulan terakhir sangat kesulitan mendapatkan air bersih, akibatnya warga harus antre dan berebut air pasokan dari BPBD.

Jika bantuan air bersih tidak datang mereka terpaksa mencari air di luar daerah yang cukup jauh. “Kalau tidak ada bantuan kayak gini, kita cari dari sungai desa sebelah yang lebih bersih,”katanya.
Kabid Kedaruratan BPBD Tulungagung Suspriandi mengatakan, selama ini pengiriman air bersih yang dilakukan oleh pemerintah masih belum merata dilakukann.

Hal ini disebabkan karena terkendala jumlah armada yang digunakan dan sangat terbatas dalam mendistribusikan air kepada warga, sehingga bantuan air dari pemerintah untuk warga tidak tentu waktu kedatangannya.”Kita akan drop setiap hari, tetapi memang sangat terbatas karena terbatasnya kendaraan,” katanya.(dik/JB).

Follow Untuk Berita Up to Date