DP3AP2KB Gelar Pembinaan Kader Penyuluh

Ning Lik: Wujudkan Keluarga Sejahtera dan Berkualitas

Kediri, Koranmemo.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB)

Kota Kediri, menggelar pembinaan kader penyuluh Pembantu Petugas KeluargaBerencana Kota (PPKBK) dan Sub PPKBK di tiga kelurahan Kota Kediri, yakniKelurahan Ngronggo, Kelurahan Lirboyo dan Kelurahan Bangsal. Kegiatan inidilaksanakan mulai Selasa (21/3) hingga Kamis (23/3).

Dalam pembinaan ini sekaligus pemberian insentif atau honor kepada parakader PPKBK yang diserahkan setiap tiga bulan sekali.Sumedi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan AnakPengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri padaacara pembinaan kader itu menyampaikan bahwa warga Kota Kediri hendaknyamenikah pada usia yang ideal.

Sumedi menyebut, pernikahan yang ideal untuk laki-laki adalah 25 tahun danuntuk perempuan adalah 20 tahun. “Itulah usia yang ideal untuk menikah. Bagi ibu-ibu yang punya anak, tolong dikasih tau,” ujar Sumedi diselingi canda ratusan kaderKB.

Sedangkan kurun waktu yang ideal menambah keturunan, menurut Sumedi,adalah lima tahun setelah kelahiran anak pertamanya. Waktu tersebut sangat ideal untuk menciptakan keluarga yang sejahtera, berkualitas dan harmonis. “Idealnya jangan sampai ada dua balita dalam satu keluarga,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Kediri, Lilik Muhibbah mengatakan, pembinaan para kader PPKBK dan Sub PPKBK dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan pengelolaan progam Keluarga Berencana (KB) dilini lapangan, sehingga pengembangan berbagai kegiatan operasional di wilayah kerja masing-masing kader dapat dilakukan secara maksimal.

“Jadi kader ini memang berkompeten karena telah dibekali kemampuan pendidikannya, keagamaannya, dan kesehatannya sehingga dapat mensosilisasikan progam KB, terutama kepada Pasangan Suami Isteri (Pasutri) usia subur sesuai dengan tanggungjawabnya. Dengan harapan menciptakan keluarga yang berkualitas dan sejahtera,” kata Ning Lik sapaan akrab Wakil Walikota, saat membuka acara.

Ning Lik menambahkan, progam keluarga berencana sebenarnya bukanlah untuk mengurangi jumlah penduduk. Tujuannya adalah untuk mengendalikan pertumbuhan serta meningkatkan keluarga yang sejahtera dan berkualitas, sehingga bermanfaat bagi kesehatan ibu dan anak.

Adanya kader PPKBK dan Sub PPKBK, tambah dia, sangat berperan vital dalam membantu mengontrol perkembangan penduduk di Kota Kediri. “Tahun 2016 untuk pengendalian penduduk semakin baik. Karena melihat kerja keras ini sehingga kami upayakan penambahan insentif yang dulunya Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu perbulannya,” jelasnya.

Ning Lik berharap, progam keluarga berencana dapat dilaksanakan dengan baik sehingga dapat menciptakan keluarga yang sejahtera dan berkualitas. Dengan adanya peran kader KB, masyarakat menjadi mengerti tentang bagaimana idealnya sebuah keluarga, menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera.“Idealnya keluarga itu memiliki dua anak, sehingga orang tua dapatmenyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Ning Lik.(adv/DP3AP2KB/ase)

Reporter: Angga Prasetya

Editor : Gimo Hadiwibowo

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.