Dosen IAIN Kota Kediri: PMP Harus Sesuai Dengan Karateristik Peserta Didik

Kediri, koranmemo.com – Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) harus memperhatikan isi materi yang akan diberikan kepada siswa. Diharapkan, materi ini bisa mendukung pendidikan karakter yang sudah diajarkan di sekolah sesuai dengan kurikulum K13. Isi materi juga harus memperhatikan karakteristik peserta didik saat ini.

Materi PMP yang akan diberikan, bukan masalah dari judul materi. Melainkan isi yang terkandung di dalam materi itu seperti apa. “Judulnya tidak masalah, mau diberi judul PMP, budi pekerti, atau pendidikan kewarganegaan. Yang terpenting adalah isi atau konten yang akan diberikan, apakah sudah sesuai sekaligus relefan dengan karekteristik peserta didik saat ini atau belum,” jelas Dosen Psikolog Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Kediri, Imron Muzaki, Senin (7/1).

Perlu diperhatikan, isi materi yang akan diberikan nanti sama dengan materi pada tahun 1994 atau ada pembaharuan. Target dan indikator apa saja yang ingin dicapai juga harus jelas, sehingga pihak sekolah juga tidak kebingungan untuk mengimplementasikan kepada siswa. Dan siswa tidak rancu antara materi PPKn, PKn dan PMP.

Sebenarnya, lanjut Imron, antara tema pendidikan moral dan pendidikan karakter bisa saling mengikat sehingga bisa saling mendukung. “Nah, sekarang ini, yang harus jelas adalah arahan dari Kemendikbud. Misalnya dalam pelaksanaanya, strategi metode pembelajarannya, dan evaluasinya. Jika strategi pembelajaran dan kontennya mengarah kepada pembentukan karakter peserta didik dalam kewarganegaraan pasti saling berhubungan,” tuturnya.

Memang, sambung Imron, di dalam materi PMP mengandung nilai – nilai dan penguatan karakter Pancasila, moral keagamaan dan sosial. Namun, dalam materi yang terkandung harus menyesuaikan perkembangan zaman. Mengingat karakter siswa sekarang tidak sama dengan karakter siswa di era orde baru. “Harapannya, ada materi baru yang bisa mencegah terpuruknya moral anak bangsa saat ini. Karena perkembangan zaman dan arus globalisasi sangat kencang,” sahutnya.

Sementara itu, Malik Kepala SD Negeri Sukorame 2 menambahkan, materi PMP sudah ada dan diajarkan di sekolah, itu sangat baik. Ini lantaran, pendidikan moral sangat penting bagi siswa. Dengan adanya pendidikan moral, siswa lebih mengerti tindakan atau perbuatan mana yang baik dan tidak baik untuk dilakukan. “Ini sangat berguna. Tidak menutup kemungkinan, bahwa kelak anak – anak ini menjadi pemimpin bangsa ini,” kata Malik.

Pendidikan karakter dan moral, bisa memberikan batasan diri kepada siswa. Siswa yang mempunyai benteng moral yang baik, tidak akan mudah tergerus arus kebudayaan dari luar negeri. “Dengan moral dan karakter yang baik, mereka akan mempunyai akhlak yang baik. Diharapkan, mereka tidak mudah terjerumus hal – hal yang negatif dan dapat menjadi manusia yang berhati luhur,” tegasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date