Dorong Pertumbuhkan Industri Non Rokok

Pemertaaan Ekonomi Di Kota Kediri

Kediri, koranmemo.com – Pemertaan pembangunan ekonomi di Kota Kediri selalu diupayakan agar sejalan dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka. Agar semua masyarakat bisa merasakan pertumbuhan ekonomi, pemda sedang berupaya untuk mendorong perkembangan industri non rokok agar bisa bersaing di dunia usaha.

Seperti diketahui, pada 2017 kemarin angka pengangguran terbuka di kota Kediri berada pada angka 4,68 persen. Telah turun hampir 50 persen dari survey yang dilakukan BPS Kota Kediri pada angka 7,66 persen pada tahun 2015.

Akan tetapi penurunan angka pengangguran tidak sejalan dengan angka penurunan angka pengangguran. Tercatat pada 2016  angka kemiskinan berada pada 8,40 persen, selanjutnya pada 2017 justru meningkat menjadi 8,49 persen.

Sementara itu melihat angka ketimpangan pendapatan pada Indeks Gini Ratio di Kota Kediri juga meningkat dari awalnya 0,39 persen pada 2016 menjadi 0,40 persen pada 2017. Gini rasio ini merupakan angka untuk mengukur pemertaan pedapatan di Kota Kediri. Jika angka semakin tinggi maka ketimpangan juga akan semakin tingki.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Elkyn Brahmana sebelumnya mengatakan bagi kota berkembangan, angka gini ratio terbaik adalah pada kisaran 0,30 persen. Untuk tingginya angka gini ratio di Kota Kediri bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor.

Di antaranya adalah banyanya tenaga kerja dari Kota Kediri yang bekerja di luar daerah, sehingga pendapatan tidak berputar di daerah asalnya. “Bisa saja ketimpangan terjadi karena pendapatan dikuasai pabrik besar di Kota Kediri,” tukasnya.

Untuk mengatasi hal ini sebenarnya Kota Kediri sudah lama berupaya agar meningkatkan daya saing warganya. Salah satunya mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Agar pemerataan ekonomi terjadi di Kota Kediri, Wali Kota Kediri sebelumnya pernah menyampaikan jika saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mendorong industri non rokok untuk berkembang,” jelas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dam Protokol Pemerintah Kota Kediri, Apip Permana.

Upaya ini diwujudkan melalui pelatihan pelatihan UMKM, fasilitasi modal, dan pameran produk di dalam maupun luar negeri. “Di antaranya seperti pelatihan, permodalan, dan promosi melalui pameran. Selain itu ada juga seminar bagi pemuda agar merangsang tumbuhnya pengusaha muda di Kota Kediri. Kami harap dengan upaya ini bisa memeratakan perekonomian masyarakat,” tutupnya.(adv/pemkotkediri)

Reporter : Dhita septiadarma

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date