Doa Bersama untuk Aryang Pelajar SMPN 3 Srengat yang Loncat ke Sungai

Blitar, koranmemo.com –┬áRatusan siswa dan guru pengajar di SMPN 3 Srengat, Kabupaten Blitar, Rabu (10/1) pagi menggelar doa bersama untuk mengenang Aryang Wimuji Putra di musala sekolah.

Para siswa dan guru mengikuti doa bersama ini rencana digelar hingga tujuh hari peristiwa bunuh dirinya Aryang yang nekat terjun ke sungai brantas dari atas jembatan kereta api (KA) Nguri,Selasa (9/1).

Kepala sekolah SMP N 3 Srengat, Hari Sasmito mengatakan mulai hari ini hingga 7 hari kedepan diadakan tahlil dan yasin.” Kami mengadakan tahlil dan yasin di sekolah untuk Aryang. Semoga Aryang segera ditemukan,” jelasnya.

Pihak sekolah sangat prihatin dengan peristiwa yang menimpa Aryang. Sekolah tidak pernah menyangka Aryang nekat melakukan hal seperti itu. Padahal Aryang terkenal terbuka dan periang di sekolah.

“Aryang juga supel dalam bergaul, bahkan memiliki banyak teman di sekolah. Hampir semua siswa kenal dengan Aryang. ” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan Aryang nekat bunuh diri mencebur ke Sungai Brantas. Dengan meloncat dari jembatan kereta api setinggi 20 meter dan terjun ke sungai. Motif Aryang bunuh diri masih simpang siur.

Informasi awal, Aryang bunuh diri karena kepergok merokok di sekolah. Aryang ketakutan saat orangtuanya dipanggil ke sekolah. Belakangan muncul versi lain. Aryang nekat bunuh diri bukan karena merokok, tapi membawa bedak dan lipstik di sekolah. Orangtuanya dipanggil BP soal itu.

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.