Doa Bersama Untuk Almarhum Guru Honorer Korban Mutilasi

Kediri, koranmemo.com – Sekelompak pemuda dari berbagai komunitas di Kediri Raya berkumpul di Taman Brantas Kota Kediri, Minggu (12/5). Mereka melakukan doa bersama untuk almarhum Budi Hartanto, yang tepat peringatan 40 hari meninggalnya almarhum.

Laki-laki asal Kelurahan Tamanan tersebut, menjadi korban pembunuhan sekaligus mutilasi yang jasadnya ditemukan di tepi sungai yang berada di Desa Karanggondang Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, Rabu (3/4), tanpa kepala. Sedangkan kepala korban baru ditemukan pada Jumat (12/4).

Koordinator Acara, Luthfi Sultonu Sidqi dari Bolo Ngopi Komunitas mengatakan, kegiatan ini untuk menghormati serta mengenang sosok almarhum Budi. Pasalnya, almarhum sering terlibat dalam acara dari komunitas lain sehingga hampir mengenal akrab sosok almarhum. “Kalau yang datang ada sekitar 25 komunitas, tapi yang saya undang ada kisaran 70 komunitas,” tuturnya.

Tujuan diadakan acara doa bersama ini, selain memanjatkan doa untuk almarhum, juga memberikan dukungan kepada komunitas lain. Dengan meninggalnya almarhum, pasti memberikan dampak kepada komunitas. Dukungan seperti ini sangat diperlukan supaya komunitas almarhum, CK Dance, dapat kembali beraktifitas seperti biasa serta kembali berkarya.

Acara ini tidak hanya memanjatkan doa untuk almarhum, tapi sekaligus ajang silaturahmi antar komunitas. Ini lantaran, sebagian besar yang tergabung dalam komunitas adalah pemuda Kediri. Diharapkan, antar komunitas saling membantu dan saling bekerja sama untuk meningkatkan kualitas komunitas di Kediri Raya.

Dari kegitan yang sederhana seperti ini, dapat menjadi media komunikasi untuk saling bertukar pendapat serta dapat mengadakan kegiatan yang positif. “Kita ini sama-sama komunitas, dengan tujuan yang terbaik di bidang sosial ataupun yang lainnya. Tapi jangan sampai kita berlomba untuk menjadi yang terbaik. Mari kita saling mendukung, dengan demikian hubungan antar komunitas semakin solid,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu sahabat almarhum, Hendi CK Dance menambahkan, sebelumnya memang ada rencana untuk kegiatan seperti ini, tapi belum pasti kapan akan dilaksanakan. Setelah semua dukungan mengalir dari komunitas yang lain, ia sangat berterimakasih atas kepedulian sesama komunitas. “Ini juga karena sosok almarhum memang supel, jadi banyak yang memberikan dukungan,” karanya.

Hal senada juga diutarakan Imam Sahru, sahabat almarhum, awalnya memang belum semua komunitas mengenal, tapi dengan antusias dari komunitas lain ternyata melebihi ekspektasi. Bahkan, sosok almarhum memang tidak pernah membedakan teman dari komunitas manapun. “Semoga, kegiatan seperti ini tidak hanya sekali saja, tapi juga bisa dijadikan acara rutin,” jelasnya.

Dari pantauan Koranmemo.com, acara yang dimulai sekitar pukul 16.15 WIB itu, dihadiri sekitar 200 orang perwakilan dari komunitas Kediri Raya. Namun, semakin lama, massa yang datang dari perwakilan komunitas bertambah. Bahkan, tanpa ada instruksi khusus, mereka segera mengambil tempat untuk mendoakan almarhum Budi Hartanto sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date