Dituding Selingkuhi Warganya,  Warga Tuntut Modin Dicopot

Jombang, koranmemo.comPuluhan warga Desa Sukopinggir Kecamatan Gudo, menggelar aksi unjuk rasa di kantor desa setempat, Selasa (19/3), dengan membawa poster tuntutan, aksi mereka lakukan untuk meminta kepala urusan kesejahteran rakyat (Kaur Kesra) atau yang biasa disebut modin, dicopot dari jabatannya.

Menurut massa yang didominasi bapak-bapak ini, tuntutan dilakukan karena modin berinisial Sis, dituding telah menjalin hubungan dan melakukan perbuatan amoral dengan warganya sendiri berinisial RA alias Y (33), yang disebut-sebut masih memiliki suami sah.

“Tuntutan kami untuk menurunkan kaur kesra supaya turun dari jabatan karena sudah berbuat amoral. Jadi dia mengharamkan hal yang sudah halal dengan mencintai istri orang lain,” ungkap Solihan (55), salah satu warga yang turut dalam aksi unjuk rasa, saat diwawancara sejumlah wartawan.

Masih menurut pria yang juga sebagai tokoh agama ini, meski tidak tahu hubungan telah terjalin sejak kapan, namun ia mengungkapkan jika rumor hubungan Sis dan Y telah diperbincangkan masyarakat. “Masyarakat menggosipkan telah seperti itu (perzinahan). Yang jelas kurang lebih sejak dua bulan ini menjadi perbincangan warga,” sambung Solihan.

Menanggapi ini, Kepala Desa Sukopinggir Sukidi Wibisono (44), mengaku jika telah melakukan sejumlah tindakan terkait tuntutan warga.

“Berkaitan dengan perangkat saya (Modin Sis, red), memang permasalahan sudah sejak dua bulan lalu dan telah kami tindak lanjuti dengan menggelar musyawarah melibatkan berbagai pihak, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat. Hasilnya sepakat memberhentikan saudara Sis,” ujar Sukidi.

Hanya saja, sesuai dengan Perbup nomer 15 tahun 2018, untuk pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa wajib konsultasi dengan kecamatan. “Hasil konsultasi itu Pak Camat (Gudo) memberikan penolakan. Setelah camat saya undang, alasannya karena saudara Sis belum terbukti bersalah yang dibuktikan dengan putusan pengadilan,” papar kepala desa.

Maka dari itu, Sukidi selaku kepala desa tidak berani menerbitkan surat keputusan (SK) pemberhentian terhadap Sis. “Saya sendiri tidak berani memaksakan memberikan SK pemberhentian,” tandasnya.

Sementara saat disinggung kebenaran kabar perselingkuhan Sis dengan Y, Sukidi mengaku telah mendudukan sejumlah pihak yang berkaitan. Hanya saja ketiga pihak yang bersangkutan baik S suami dari Y, Y sendiri maupun Sis, sendiri susah dipertemukan.

“Cuma dari bukti apa itu rekaman-rekaman yang ada, baik rekaman dari S, saat cross check satu persatu saudara Y mengakui sudah 2 kali berhubungan intim di dua tempat berbeda. Hanya saja dari Sis masih menolak pengakuan Y. Jadi Meski Y sudah mengaku dan berani disumpah, namun Sis menyangkalnya,” pungkas Sukidi.

Sementara itu, karena belum ada titik temu, warga juga mengancam akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak lagi hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date