Ditipu Pegawai Dirjen Pendidikan Gadungan

Uang Rp 19 Juta Raib

Tulungagung, koranmemo.com – Sri Nugroho Widayanti (60) guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Perum Wisma Indah RT 05/RW 01 Desa/Kecamatan Kedungwaru, Rabu (4/1) pukul 19.00 WIB melapor ke Polres Tulungagung karena merasa kena tipu oleh seseorang yang mengaku dari Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan. .

Kapolres Tulungagung AKBP Yong Ferrydjon melalui Kasubag Humas AKP Saeroji membenarkan pihaknya menerima laporan tersebut. “Laporan sudah diterima dan kasusnya masih dalam penyelidikan. Kami juga telah meminta keterangan dari beberapa orang saksi,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat korban mendapat SMS dari no.081558052045 yang mengaku Eko Purnomo/Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung. Isi dari SMS tersebut adalah pememberitahuan jika korban mendapat undangan seminar guru yang diadakan pada tanggal 10 s/d 11 Januari 2017 dari Dirjen Kemendikbud. “Awalnya korban tidak merasa curiga dengan SMS tersebut,” kata Saeroji.

Untuk konfirmasi lebih lanjut, korban diharap menghubungi Hamid Muhamad dengan no HP 08124470850 selaku pegawai di Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan. Tak lama kemudian korban menghubungi nomor tersebut, dan menurut pelaku kegiatan seminar akan diadakan di sebuah hotel yang ada di Denpasar Bali, sedangkan untuk biaya transportasi, akomodasi, dll dibiayai oleh Dirjen Kemdikbud.

Sementara untuk proses regestrasi korban harus mengurus melalui ATM. Setelah sesampai di ATM korban kembali dihubungi oleh pelaku dan menyuruh korban memencet angka di mesin ATM sesuai perintahnya. “Saat ditelpon korban menuruti apa yang pelaku perintahkan,” imbuhnya.

Tanpa disadari oleh korban, lanjut Saeroji, uang dalam ATM tersebut berkurang Rp 19.859.093 dan terkirim ke rekening Bank Mandiri no. 1200010490063 atas nama Maisaroh dan ke rekening Bank BNI no. 0429802066 atas nama Evy Susyani.

Karena korban lama di dalam ATM, akhirnya satpam menanyakan kepada korban. Setelah itu korban menghubungi Eko Purnomo untuk konfirmasi perihal undangan tersebut. Alangkah terkejutnya korban ketika Eko Purnomo tidak pernah menerima undangan seminar. “Merasa ditipu dan dirugikan akhirnya korban melaporkan,” ujarnya.

Saeroji menambahkan laporan ke Polres Tulungagung tentang kasus penipuan dengan modus transfer di ATM memang sangat banyak, namun pihaknya tetap berkoordinasi dengan pihak bank dan rekening yang dituju untuk mengungkap perkara ini.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan akan melakukan koordinasi dengan pihak bank rekait rekening yang telah menerima transferan tersebut untuk bisa mengungkap perkara ini,” tegasnya.(yop/dik/Jb).

 

 

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date