Ditinggal ke Pasar, Rumah Terbakar

Kediri, koranmemo.com — Rumah milik Nanang Hari Prastyo (43) warga RT 01/RW 01 Kelurahan Ngletih Kecamatan Pesantren Kota Kediri, ludes dilahap si Jago Merah, Minggu (26/5) sekitar pukul 07.00 WIB. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian materi berkisar Rp 150 juta.

Api yang berkobar dan menghanguskan hampir 80 persen rumah itu, diduga berasal dari kompor yang berada di dapur. Sebelum kejadian, seperti biasa Nanang memasak air yang akan digunakan untuk merebus pentol bakso. “Tadi sekitar pukul 06.15 WIB, saya pergi ke pasar. Memasak air sebelum pergi ke pasar juga sudah sering, kan apinya juga kecil,” ucap Nanang.

Sudah hampir delapan tahun terakhir, Nanang melakukan kegiatan ini untuk persiapan berdagang bakso di sekitar kampus IAIN Kediri. Ia beranggapan, setelah dari pasar air sudah mendidih dan pentol bakso segera direbus untuk menghemat waktu. Nahas, sebelum selesai berbelanja, Nanang mendapat kabar bahwa rumah miliknya sudah terbakar.

Sontak, Nanang segera pulang untuk memastikan kabar tersebut. Setelah tiba di rumah, ternyata  rumahnya sudah hangus terbakar. Atap rumah pun hanya tinggal tiang penyangga, beberapa perabotan rumah tangga juga habis dilahap api. “Dispenser, kulkas, tv, kasur, beberapa surat berharga juga terbakar,” sahutnya.

Api yang membakar bangunan dengan ukuran 8 meter kali 9 meter persegi tersebut, baru berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, mengerahkan satu unit mobil PMK untuk memadamkan api. Petugas juga melakukan pembasahan, untuk menghindari munculnya titik api yang dapat mengakibatkan api kembali berkobar.

Menurut Nanang, api diduga dari kompor yang digunakan untuk memasak air. Ternyata api menjalar ke bagian bangunan sehingga terjadi kebakaran. Namun, selama delapan tahun terakhir ia melakukan hal serupa, tidak pernah mengalami kendala seperti ini. Ia pun mengaku ikhlas atas kejadian ini, dan menganggap cobaan dari Tuhan untuk menjadi yang lebih baik lagi.

Untuk meneruskan usahanya, Nanang tetap memasak di bagian belakang rumah. Ia akan lebih berhati-hati saat memasak air sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Selain itu, untuk bangunan rumah, untuk sementara waktu hanya dirapikan, setelah hari raya baru dilakukan perbaikan.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date