Ditinggal Jadi PPS, Nyawa Anak Melayang

Sidoarjo, koranmemo.com – Abila bocah usia 6 tahun tewas tersengat listrik saat ditinggal orang tuanya jadi Panitia Pemungutan Suara (PPS), Rabu (17/04/2019). Diduga, korban yang mengenyam pendidikan non formal atau Playgrup tersebut jatuh karena tersengat listrik dari tiang lampu penerangan jalan di perumahan tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Sukodono Iptu Giono membenarkan jika penyebab kematian bocah warga Sukodono, Sidoarjo tersebut diduga karena sengatan listrik. “Tidak ada tanda kekerasan di jasad korban,” jelas Giono, Kamis (18/04/2019).

Dari informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat tetangga korban melihat seorang bocah tertelungkup di jalan depan rumahnya. Usai dilihatnya, ternyata mengenal sosok tersebut. Spontan, tetangga korban langsung berteriak memanggil Ibu korban.

Mendapati laporan tersebut, Ibu korban menuju tempat kejadian. Disana, Ibu korban berusaha mengangkat korban. “Saat ibu korban berusaha menolong anaknya itu, mengaku sempat merasakan sengatan listrik,” terang wanita yang tidak mau disebut namanya tersebut.

Sejurus kemudian, Badri, ayah korban juga datang ke lokasi tersebut. Pria 54 tahun tersebut saat itu sedang menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) di salah satu TPS di perumahan.

Ia berlari menuju ke rumah dari TPS setelah diberitahu tetangganya bahwa anaknya terjatuh karena tersengat listrik. Sayangnya nyawa korban sudah tidak dapat tertolong.

Badri menyebutkan bahwa pihaknya tidak ingin memperpanjang peristiwa nahas yang menimpa keluarganya. Ia sudah menganggap peristiwa yang menimpa anak terakhirnya itu adalah musibah. “Keluarga sudah ikhlas,” singkat Badri saat ditemui di rumahnya.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date