Diskusi Persiapan Jalan Tol dan Bandara Kediri, Ini Rekomendasi Para Pakar

Kediri, koranmemo.com –   Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan mengadakan Kediri Infrastrukture Discussion untuk membahas rencana kehadiran Bandar Udara dan Jalan Tol, Kamis (10/1). Pada kesempatan itu para ahli tata ruang hingga ahli transportasi  mencari solusai jangka panjang dari kehadiran dua pembangunan besar itu sehingga nantinya dampak yang dihasilkan bermanfaat untuk masyarakat.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, Kapolresta Kediri,  Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kediri, serta seluruh Kepala Dinas ikut hadir untuk berdiskusi. Sebagai pemateri utama, Direktur PT Surya Dhoho Investama Susanto, serta tiga pakar mulai dari Achmad Wicaksono Pakar Transportasi dari Universitas Brawijaya Malang, Ibnu Sasongko Pakar Tata Ruang dari Institute Teknologi Negeri (ITN) Malang, hingga Fauzul Rizal Kandidat Doktor dari Corneil University Newyork.

Mas Abu sapaan akrab Wali Kota Kediri usai kegiatan diskusi mengatakan, diskusi tersebut awal dari rentetan diskusi kedepan untuk membuat kebijakan publik yang tepat khususnya infrastruktur setelah kehadiran Jalan tol dan bandara. Dengan diskusi menghadirkan pakar dan lintas instansi tersebut banyak masukan khususnya dalam memberikan solusi pada kemacetan jika dua bangunan besar itu hadir.

“Ada beberapa masukan yang jauh lebih banyak dalam diskusi tadi, ada yang bikin jalur kereta, kantong parkir, ada ringroad dan banyak hal yang tentunya tidak bisa kita sebutkan sekarang. Karena sekarang baru menerima masukan-masukan, nanti baru kita pilih mana yang bisa Pemerintah Daerah Kota Kediri lakukan seperti apa,” jelasnya.

Mas Abu menambahkan, kehadiran Jalan Tol dan Bandara Kediri nantinya berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kota Kediri. Kehadiran jalan tol yang exit tol nantinya diprediksi ada di Mrican, yang pastinya terjadi adalah tingkat kemacetan yang tinggi sehingga Pemerintah harus siap untuk menghadapi itu.

“Kita harus bersiap bila nanti bandara telah dibangun bagaimana kita mengatasi 1,5 juta orang dalam setahun yang menggunakan bandara. Memang dengan adanya exit tol dan bandara itu akan ada kemacetan tapi macet yang bermanfaat bagi kesejahteraan warga Kota Kediri. Kita coba cari formulasi yang tepat untuk jangka waktu yang lama,” jelasnya.

Sementara, Achmad Wicaksono mengungkapkan, yang harus segera dilakukan Pemerintah Kota Kediri adalah pembuatan ring road dan angkutan umum masal. Selain itu, dia juga menyarankan kepada Wali Kota Kediri untuk segera mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membuat master plan pengembangan transportasi wilayah Kediri Raya.

“Jika ada master plan dari Pemerintah Provinsi maka wilayah Kediri dan sekitarnya dalam pembangunan harus sesuai dengan master plan itu. Ini sudah kita lakukan dulu di kawasan Malang Raya,” ujarnya.

Reporter Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date