Direktur Susdec: Saatnya Akademisi Muda Produksi Ilmu Pengetahuan

Kediri, koranmemo.comDirektur Sustainable Development Education Center (Susdec) Rahadi menyayangkan akademisi – akademisi di Indonesia yang masih gemar mereproduksi ilmu pengetahuan. Dia berharap muncul akademisi – akademisi muda dengan ide yang baru untuk memproduksi ilmu pengetahuan yang baru seperti yang telah terjadi pada negara – negara di Benua Eropa.

“Seharusnya, riset bagi akademisi itu sudah menjadi kebiasaan, karena tanpa riset sebenarnya tidak ada pengetahuan yang dikembangkan. Riset – riset yang banyak dikembangkan saat ini lebih banyak reproduksi pengetahuan bukan bagaimana memproduksi pengetahuan,” kata Rahadi  Direktur Susdec saat menjadi pemateri dalam workshop metode penelitian di IAIN Kediri, Kamis (13/6).

Metode reproduksi banyak digunakan karena lebih mudah secara biaya maupun waktu. Terlebih, tenaga pendidik di Indonesia masih harus absen setiap pagi dan sore sehingga tidak memungkinkan secara waktu untuk melakukan produksi pengetahuan. Namun dia berharap akademisi – akademisi muda menjadikan riset sebagai tradisi dengan melakukan penelitian dalam waktu yang lama di salah satu objek penelitian.

“Kita optimis dalam beberapa waktu kedepan, produksi pengetahuan ini akan menjadi tradisi. Terlihat sudah mulai bermunculan akademisi – akademisi muda yang berani melakukan riset yang mendalam. Pemerintah sudah mulai memperhatikan ini dengan menyiapkan anggaran melalui LPDP yang lumayan,” kata Rahadi yang juga praktisi pedesaan dari IAIN Surakarta.

Sementara itu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri mengadakan workshop tersebut bertujuan untuk memperkuat konsep dan implementasi pengabdian masyarakat berbasis riset para dosen. Kepala Pusat Penelitian (Puslit) LPPM IAIN Kediri, Ropingi el Ishaq mengatakan, melalui kuliah kerja nyata (KKN) para mahasiswa dengan pendampingan dosen akan diwajibkan untuk membuat dua bentuk laporan, yakni dalam bentuk jurnal dan audio visual.

“Pengabdian tidak hanya menjadi kegiatan yang dikemas dengan pelatihan-pelatihan sebagaimana umum dilakukan, namun juga dilengkapi dengan analisis sosial sehingga menghasilkan solusi-solusi atas problem sosial yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Penulis : Zayyin Multazam Sukri

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date