Dipungli Rp 60 Juta, Pedagang Keluhkan Penempatan Kios Pasar Pahing

Share this :

Blitar,koranmemo.com-Baru – baru ini  penempatan kios di Pasar Pahing Kota Blitar kembali dikeluhkan warga. Seperti yang dialami oleh Handoko Pramono warga Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar mengalami kesulitan ketika hendak menempati kios tersebut. Pasalnya saat hendak menempati  kios diharuskan menyetor uang sebanyak Rp 60 juta ke oknum dinas.

Handoko menjelaskan untuk menggunakan kios tersebut harus menyetorkan uang terlebih dahulu lalu diberi surat kuasa menempati. Padahal menurut peraturan yang ada hanya menyetorkan fotokopy KK, KTP dan foto 4×6 saja sebagai tanda warga Kota Blitar.

“Saya sudah menyetorkan perlengkapan ke kepala pasar Pak Seno untuk menempati kios tersebut. Namun alasannya belum ketemu kepala Dinas Disperindag dan alasan lainnya. Mungkin apa karena saya tidak menyetorkan uang Rp 60 juta tersebut sebagai syarat,” ujar Handoko Selasa (13/02).

Dijelaskan kalau saat ini ada praktik pungli lagi dalam kasus penempatan kios Pasar Pahing. Modusnya yakni pedagang yang hendak menempati harus menyetorkan uang kepada kepala pasar pahing senilai Rp 60 juta. Lalu uang tersebut dikirimkan ke oknum kepala Disperindag Kota Blitar.

“Kepala pasarnya pak Seno saja mengakui kalau dia mengirimkan uang tersebut. Kalau dia mendapatkan upah atau gimana dari mengirimkan uang tersebut saya tidak mempermasalahkan. Hanya saja untuk orang yang setor saja yang dikasih surat kuasa,” paparnya.

Dia menyayangkan praktik pungli ini bisa kembali lagi. Pasalnya beberapa waktu lalu juga pernah diberitakan kalau hal serupa pernah terjadi. Terkesan pemegang kekuasaan tidak menghiraukan permasalahan yang merugikan masyarakat ini.

“Ini kios sudah ada yang menempati 4 pedagang dan itu semua dari penyelidikan saya semuanya menyetor uang Rp 60 juta. Kabarnya mau nambah 2 lagi penyewa tapi belum berani karena saya lagi menyelidiki aksi pungli tersebut. Saya heran dengan kepala daerah kok diam saja ketika mendengar pungli yang sudah berjalan beberapa waktu. Lalu seharusnya kepala daerah mengkonfirmasi atau melakukan sidak,” katanya.

Sementara itu ketika Kepala Disperindag Kota Blitar Arianto, saat ditemui wartawan sekitar pukul 11.30 WIB di kantornya sedang tidak ada. Resepsionis mengatakan kalau kepala dinas ini sedang rapat di luar kantor. Begitupun saat dikonfirmasi melalui SMS juga tidak memberikan jawaban.

“Baru saja keluar juga mas pak Arianto. Tadi keluar juga jam setengah dua belas katanya rapat. Kalau rapatnya di mana saya tidak tahu karena saya masih baru bekerja di sini,” ujar karyawan baru Disperindag Kota Blitar, Feri.

Reporter: Anggun Masitoh/Arief JP

Editor: Achmad Saichu

 

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz