Dipicu Pungutan Rp 1 Juta, Puluhan Pemilik Kios Terminal Mulyorejo Ngluruk Kelurahan

Malang, koranmemo.com – Sebanyak 23 warga pemilik kios dalam UPT Terminal Mulyorejo Kota Malang,Senin (12/08) pukul 10.00 WIB mendatangi Kantor Kelurahan Mulyorejo untuk melayangkan protesnya terhadap kebijakan kontrak kios dengan membayar Rp 1 juta. Hal ini dianggap aneh, karena selama menempati kios tersebut, pihak pemakai kios tidak ada pungutan apapun.

Ketua Paguyuban Pemilik Kios Terminal Mulyorejo, Muhammad Sujai menjelaskan warga pemilik kios memiliki hak guna atas bangunan kios tersebut sejak dahulu.

“Kita dari dulu diminta pindah oleh Pemkot Malang untuk meramaikan terminal. Dan kita diberi tempat disitu. Dari dulu kami tidak pernah dimintai pembayaran, la kok sekarang ada pembayaran, terlebih nominal Rp 1 juta, ” geramnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Mulyorejo, Senin (12/08).

Dijelaskannya lebih lanjut, sejak sebelum ada Terminal Mulyorejo, warga pemilik kios adalah pedagang pasar. Saat itu pasar rakyat disebut Pasar Krempyek. Pasar tersebut dibangun dengan iuran warga dengan membeli lahan untuk dibuatkan pasar.

Mereka berjualan seperti biasa sampai ketika pemda meminta lahan tersebut untuk dibuatkan fasilitas pelayanan pemerintah. “Dulu ini tanah pasar masih tanah kabupaten. Nah waktu sudah menjadi wilayah kota ada pengembangan wilayah, dibuatlah kelurahan. Tanah ini diminta untuk dijadikan gedung. Kami diberi kompensasinya diberi tempat di dalam terminal itu,” terangnya.
Selain itu Sujai juga menceritakan sejak 2001, awal warga menempati kios-kios di dalam terminal, warga tidak pernah dimintai biaya apapun.

Kedatangan puluhan pemilik kios ke Kantor Kelurahan Mulyorejo dikarenakan adanya surat edaran yang mengintruksi pemilik kios untuk mendandatangani kontrak. Diketahui kontrak ini menyatakan warga pemilik kios harus membayar kios sebesar Rp 1 juta dengan sistem kontrak.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date