Dipasung 30 Tahun, ODGJ Asal Blitar Jalani Proses Pembebasan

Blitar, Koranmemo.com – Junianto, 44, seorang laki-laki asal desa Plosoarang Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar yang mengalami gangguan jiwa dan dipasung sejak 30 tahun lalu didatangi tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Blitar, Jumat (2/11). Tim gabungan tersebut berupaya memberikan pengobatan dan melepaskan pasungnya.

Suasana haru disertai kebahagiaan menyelimuti hati Juarti, 35, adik Junianto, karena Pemerintah Daerah masih peduli terhadap kakaknya. “Saya sangat terharu dan senang ada yang peduli dengan kakak saya. Karena kakak saya sakit gangguan jiwa ini sudah sekitar 30 tahun yang lalu,” kata Juarti di sela-sela pendekatan kakaknya.

Juarti menuturkan, dirinya di rumah hanya tinggal bersama suami dan kakanya saja. Saat suaminya pergi bekerja, ia mengaku sedikit khawatir jika sewaktu-waktu penyakit kakaknya kambuh. “Seingat saya, kakak dulu mulai memgalami gangguan saat duduk dibangku SMP,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Mujiastuti mengatakan, pihaknya bersama Dinas Sosial Kabupaten Blitar dan petugas kesehatan dimasing-masing puskesmas melakukan upaya pembebasan kepada beberapa penderita gangguan jiwa yang dipasung.

Kali ini berada di daerah desa Plosoarang Kecamatan Sanankulon, desa Kedungbunder dan desa Kaulon Kecamatan Sutojayan. Masing-maasing lokasi ada 10 petugas yang diterjunkan.

“Kalau saya dapat jatah pembebasan didesa Plosoarang Sanankulon. Dari hasil pendekatan, kita belum bisa membebaskannya dari pasung. Tapi yang jelas untuk tahap awal sudah dilakukan, dan pihak keluarga sangat kooperatif,” ujarnya.

Meski belum berhasil karena yang bersangkutan belum bersedia untuk dibersihkan dan dimandikan, tetapi pihaknya berhasil memberikan suntik injeksi, dimana ini berfungsi untuk menenangkan yang bersangkutan agar bisa diajak berkomunikasi dengan baik.

“Selanjutnya pada minggu depan tim kita akan kembali datang ke lokasi untuk mengecek kondisinya dan melakukan pembersihan diri,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Sosial Kabupaten Blitar, Edi Winarto mengatakan, pembebasan ODGJ pasung tidak bisa langsung dilakukan karena harus melalu proses terlebih dahulu. Untuk tahap awal masih ditangani oleh tim yang ada di daerah masing-masing.

“Junianto sementara masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim, jika kondisinya sudah memungkinkan untuk dibebaskan, maka akan segera dibebaskan yang berbasis keluarga dan masyarakat,” paparnya.

Edi menambahkan, jika penanganan di tingkat daerah tidak berdampak positif dan memerlukan dilakukan rehabilitasi maka ODGJ tersebut akan direhabilitasi terlebih dahulu.

Reporter : Arief Juli Prabowo

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date