Dipasarkan Online, Lukisan Berbahan Stiker Laku Ratusan Ribu Rupiah

Lamongan, koranmemo.comSiapa sangka hasil kreatifitas mengubah stiker/scotlight glondongan menjadi sebuah karya seni (lukisan) bisa berubah menjadi rezeki yang tak terduga, meski pada umumnya seni lukis membutuhkan cat sebagai bahan dasar.

Fajar Rozaq (23) seorang pria muda asal Desa Menongo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan ini ternyata mempunyai talenta yang bisa diandalkan. Dari bakatnya senang melukis, kini dia tuangkan menggunakan bahan stiker untuk melukis apapun sesuai pesanan.

Mulanya, ide cemerlang Fajar itu diambilnya dari sebuah tayangan di internet. Meski begitu, disebutkan jika dalam tayangan di youTube itu tidak dijelaskan secara rinci bagaimana membuat karya seni (lukisan) dengan bahan dasar stiker yang pada umumnya digunakan sebagai pelindung body motor.

Tak berhenti disitu, akhirnya Fajar sedikit demi sedikit memulai membiasakan dengan melatih kemampuannya itu. Bermodalkan Rp 50 ribu, dirinya membelanjakan peralatan sesuai yang dibutuhkan. Alhasil, meski agak sedikit kaku hasil karyanya,  rupanya dia mulai menemukan cara yang elegan dan dia pun sesering mungkin dia mengulang untuk melukis.

“Tayangan di youtube itu tidak dijelaskan secara rinci, akhirnya saya belajar otodidak dan saya lakukan secara terus menerus. Meski awalnya kurang memuaskan, untuk kesekian kalinya saya coba akhirnya bisa membuahkan hasil yang maksimal,” terang Fajar.

Dia menyebutkan, kegemaran melukis merupakan bakat terpendam sejak kecil. Dari situ, dia mulai mengasah kreatifitasnya mulai di bangku kuliah. Lantas, bermodalkan nekad dan ulet, akhirnya beberapa karya yang sudah dihasilkan bisa diaplikasikan kepada pemesan dengan harga yang ditawarkan.

Dijelaskan, kemudian dari awal proses hingga finishing, dia mengaku sering melukis wajah. Dari pertama disiapkan adalah, memotong bahan stiker dengan pilihan warna lalu ditempelkan ke papan, setelah itu baru mulai melukis atau membuat sketsa wajah sesuai yang diharapkan. Setelah usai, kemudian menggunakan silet atau carter untuk mengelupas bagian yang tidak digunakan.

Hasil karya mulai bisa dikenal ketika lukisan ala stiker itu dipromosikan melalui internet, baik itu instagram, facebook dan lainnya. Dari situ, rupanya banyak peminat hingga selalu saja nada telpon berdering tanda pemesan mulai berdatangan. Untuk tarifnya sangat berfariasi tergantung tingkat kesulitannya.

“Alhamdulillah, di luar Lamongan juga banyak yang pesan. Diantaranya, Bojonegoro, Madura, Gresik, Banjarmasin, Semarang dan beberapa kota lain. Untuk ukuran dan jenis pigoranya tergantung yang memesan,” terang Fajar sembari bersyukur atas kreatifitasnya bisa laku di pasaran.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date