Dinas Pendidikan Siap Laksanakan USBN-BK

Kediri, koranmemo.com – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Kediri, sudah memeriksa sarana dan prasarana (sarpras) yang akan digunakan untuk Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK). Tidak hanya perangkat komputer yang diperhatikan, namun jaringan internet serta arus listrik juga menjadi sorotan. Ini dilkaukan untuk mendukung kelancaran USBN-BK jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Siswanto mengatakan, ujian akan dilaksanakan pada tanggal 1 April sampai tanggal 11 April. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan pihak Telkomsel. “Saya sudah melakukan koordinasi terkait masalah ketersediaan listrik serta sambungan internet,” jelasnya, saat ditemui koranmemo.com, Senin (25/3).

Selain melakukan koordinasi secara langsung, pihak Dindik juga mengirim surat sehingga masalah listrik dan jaringan internet dapat terjamin selama proses ujian sedang berlangsung. Meskipun tiap lembaga sekolah sudah tersedia genset, namun supaya pihak sekolah tidak khawatir maka dilakukan upaya tersebut.

Lembaga sekolah yang menjadi penyelenggara, juga diimbau untuk mempersiapkan kepanitiaan dengan baik. Jika salah satu komputer ada yang mengalami masalah pada server ataupun terjadi gangguan teknis yang lain, pihak sekolah harus tanggap. Meskipun ada upaya persiapan untuk sarpras, namun faktor alam perlu diwaspadai.

Ini lantaran, faktor alam tidak dapat diprediksi mengingat cuaca akhir – akhir ini sering berubah dan cenderung ekstrem. “Kalau ada komputer yang mati, pihak sekolah bisa menyediakan komputer cadangan. Bisa dengan laptop atauppun komputer yang lain sehingga ujian terus berlangsung. Tapi kalau faktor alam, ini yang perlu diwaspadai,” sahutnya.

Untuk permasalahan yang lain, Siswanto mengaku sudah tidak ada kendala, baik dari pihak Dindik maupun pihak lembaga sekolah sudah siap 100 persen untuk melaksanakan ujian. Ujian akan diikuti oleh 6.662 peserta, yang terdiri dari 40 lembaga sekolah. Lembaga yang menyelenggarakan ujian ada 8 lembaga dari SMP Negeri, 25 lembaga dari SMP Swasta, 3 lembaga dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri, dan 5 lembaga MTs Swasta.

Menurut Siswanto, selain persiapan sarparas, persiapan siswa juga harus maksimal. Siswa di sekolah sudah mendapat jam pelajaran tambahan dan bimbingan belajar, namun saat siswa berada di rumah, pihak orang tua juga harus membantu mengawasi. “Selain sarpras, siswa harus memperhatikan 3B yaitu, berlajar, berlatih, dan berdoa. Pihak orang tua juga mempunyai peran penting untuk keberhasilan peserta ujian,” ucapnya.

Pihak orang tua dapat mengingatkan siswa untuk belajar, turut memantau kesiapan mental siswa, dan tidak memaksakan siswa belajar hingga larut malam. Pasalnya, jika siswa belajar dengan cara memaksakan diri, materi yang dipelajari tidak akan dipahami, justru siswa merasa lelah dan depresi karena merasa tertekan. “Jangan anggap remeh peran orang tua, dan orang tua jangan menganggap remeh persiapan siswa untuk melaksanakan ujian,” tuturnya.

Reporter Okpriabdhu Mahtinu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date