Dijegal DPP Macung Wali Kota Madiun, Sekretaris DPC Demokrat Mundur

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Keputusan DPP Partai Demokrat memberikan rekomendasi bakal calon wali kota dan wakil wali kota Madiun kepada kader eksternal, membuat sejumlah kader kecewa. Salah satunya, Sekertaris DPC Partai Demokrat Armaya yang langsung menyatakan mengundurkan diri.

Pengunduran diri itu disampaikan pasca mendaftarkan pasangan Maidi (Sekda) – Inda Raya (kader PDIP) ke Komisi Pemilihan Umum (PKU) Kota Madiun. Pasangan itu mendapat rekomendasi dari DPP Partai Demokrat.

“Hari ini juga (kemarin,red) saya akan mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota dan sekertaris partai ke DPC Partai Demokrat,” kata Armaya yang juga Wakil Wali Kota Madiun, Kamis (11/1).

Hal yang wajar jika Yayak sapaan akrabnya kecewa. Sebab, pada pemilihan wali kota (Pilwali) Madiun 2018, demokrat memiliki 7 kursi yang bisa memberangkatkan pasangan calon sendiri tanpa harus berkoalisi dengan PDIP.

Dia mengaku, keputusannya ini juga didasari desakan dari sejumlah ranting, koordinator lapangan (korlap), simpatisan serta relawan untuk memintanya mundur.

Mereka juga kecewa, karena DPP Demokrat dianggap tidak menghargai kadernya untuk maju sebagai bakal calon wali kota.  “Partai tidak mengapresiasi usulan mereka, yang meminta kadernya untuk maju sebagai calon Wali Kota Madiun,“ paparnya.

Selain alasan itu, Yayak juga menuding adanya konspirasi politik ditingkat DPD maupun DPP yang menjegal dirinya untuk maju sebagai bakal calon wali kota. Padahal, Armaya mengaku telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota di DPC Demokrat.

Bahkan, jauh hari ia juga telah membentuk koalisi Madiun Lebih Baik yang didalamnya berisi Partai Hanura, PKS, NasDem dan PAN. “Ada konspirasi politik tingkat tinggi. Ada skenario agar saya tidak bisa berangkat dari partai Demokrat maupun partai koalisi yang sudah saya bentuk,” jelasnya.

Diketahui, Partai Demokrat memberikan surat rekomendasi dukungan kepada Maidi-Inda Raya (DinDa) untuk maju sebagai bakal pasangan calon kepala daerah. Partai pengusung lainnya, yakni PDIP, PKB, PPP dan PAN.

Reporter: M. Adi Saputra/Juremi

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz