Difasilitasi Camat, Pemprov Sebut Penambang Galian C di Madiun Melanggar Aturan

Madiun, koranmemo.com – Pemprov Jawa Timur menegaskan, penambang galian C berkedok wisata pemancingan di Desa Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun melanggar aturan.

Hal itu ditegaskan Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pemprov Jatim, Noer Arief saat meninjau lokasi tambang,  Selasa siang (19/3).

“Sudah melakukan pelanggaran, karena sebelum adanya proses penambangan harus mengantongi izin. Apalagi ini sudah melakukan galian sudah parah sedalam ini,” katanya.

Dikatakan, apabila pengusaha memang serius membuat wisata pemancingan seharusnya untuk penggalian sesuai standar aturan. Selain itu, harus ada rekomendasi dari komisi teknis (Rekomtek) OPD terkait.”Pengerukkan ini sudah masuk dalam kategori galian,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya meminta pengusaha tambang untuk segera mengurus izin melalui Rekomtek Kabupaten, dan dilanjutkan ke Provinsi. “Jika tidak diberi ijin dari kabupaten pihaknya akan menutup proyek tersebut,” tegasnya.

Polemik penambangan galian C di Desa Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun berkedok tempat wisata pemancingan yang disoal warga difasilitasi oleh Camat Dagangan.
Ironisnya, sampai saat operasional penambangan belum mengantongi izin dari Pemkab Madiun.

Camat Dagangan Muhamad Zahrowi mengakui, pihaknya yang membantu memfasilitasi proyek tersebut. Alasannya,  memberi fasilitas kepada pengembang merupakan bagian dari tugas Pemerintah Kecamatan.

Bentuknya hanya sebatas memberi arahan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. “Dalam hal ini menyangkut pengembangan pariwisata kita arahkan ke Dispapora Kabupaten Madiun,” ujarnya.

Menurutnya, dari pihak pengusaha sejak awal siap memenuhi izin. Sedangkan soal polemik tidak hanya sekali ini saja, di proses awal yang dulu juga ada ketidakharmonisan dengan lingkungan sekitar.
Setelah adanya pertemuan, musyawarah dan mufakat bisa berjalan kembali.

Dan kini kembali terulang, staf kecamatan saat ini sedang memonitor pertemuan antara masyarakat komplain dengan pihak pengembang.  “Hasilnya seperti apa kita nunggu laporannya,” katanya.

Kepala Desa Banjarsari Wetan,  Samekto mengatakan, pihaknya telah diberi gambar rancangan pembangunan wisata yang diberi nama wahana pemancingan Watu Dakon Resort. “Awal pengajuan, pengusaha hanya melampirkan denah rancangan yang akan dibangun, tidak dilengkapi dengan surat perijinan yang legal,” ujarnya.

Namun pengerukkan lahan yang sudah dimulai sejak setahun lalu itu sampai saat ini belum dibangun bahkan baru selesai dikeruk. Pihak Desa sendiri mangatakan tidak mengetahui teknis pengerukan nantinya.

Meskipun sudah pernah melakukan cek lokasi tapi tidak mengetahui sampai kedalaman berapa yang akan digali dan trap-trap nantinya seperti apa. Untuk kejelasannya Kades Banjarsari Wetan menyarankan untuk konfirmasi langsung kepada pengelola. “Sebenarnya ada gambar namun kita kurang paham tentang pembangunannya,” ujarnya.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date