Diduga Terlibat Praktik Suap, Oknum DPRD Trenggalek Diamankan

Trenggalek, koranmemo.com – Citra wakil rakyat di Kabupaten Trenggalek kembali tercoreng. Ketua Komisi satu, Sukadji dikabarkan diamankan kejaksaan negeri (Kejari) Trenggalek, Rabu (31/10). Oknum legislatif itu diamankan terkait dugaan kasus suap penyertaan modal di Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Trenggalek tahun anggaran 2007.

Informasi yang dihimpun koranmemo.com, Sukadji diamankan kejaksaan sekitar pukul 12.30 WIB. Saat ini oknum anggota DPRD Kabupaten Trenggalek itu dititipkan di Rutan Klas II B Kabupaten Trenggalek. “Tadi setelah selepas adzan dzuhur kami lakukan penahanan dalam waktu 20 hari kedepan,” kata Lulus Mustofa, Kepala Kejari Trenggalek saat dikonfirmasi.

Oknum anggota DPRD itu, lanjut Lulus, diduga terbelit kasus suap karena pada saat itu menjabat sebagai ketua Pansus dan Banggar pembahasan penyertaan modal. Sukadji diduga meminta uang sebesar Rp 200 juta untuk memuluskan penyertaan modal PDAU Kabupaten Trenggalek. “Dalam kasus penambahan penyertaan modal di PDAU pada tahun 2007, dimana S setelah kami tetapkan tersangka yang bersangkutan ini sebagai ketua Pansus dan Banggar untuk penambahan tersebut,” imbuhnya.

Lulus menjelaskan, Sukadji diduga meminta uang kepada G direktur PDAU saat itu untuk memuluskan penyertaan modal dari Rp 1 miliar menjadi Rp 10,8 miliar. Mantan direktur PDAU itu kemudian mengirimkan uang kepada P melalui via transfer sesuai permintaan Sukadji. “Yang bersangkutan minta uang Rp 200 juta kepada G selaku direktur PDAU dan uang tersebut sudah terkirim melalui sarana transfer melalui rekeningnya P,” kata Lulus.

Uang tersebut, kata Lulus, selanjutnya dicairkan sebesar Rp 165 juta sebelum akhirnya praktik suap itu terbongkar. Lulus menyebut, P itu adalah teman oknum DPRD tersebut. “Akhirnya dicairkan sebesar Rp 165 juta oleh S dan P.

Setelah itu di pegang oleh S untuk pencairan-pencairan berikutnya. Total semua setelah ada penambahan Rp 10,8 miliar. Untuk P ini rekeningnya di pinjam saja (oleh S,red), dia temannya,” kata Lulus.

Hingga saat ini, setidaknya sudah ada sebanyak 15 saksi yang sudah dimintai keterangan oleh pihak Kejaksaan. Lulus enggan berkomentar banyak ketika disinggung adanya dugaan keterlibatan pihak lainnya. “Insyaallah, kami mohon bantuan doa dari seluruh warga Trenggalek agar kasus ini segera terungkap. Tersangka masih satu dan masih kami kembangkan, Insyaallah segera kami kabari,” jelasnya menjawab pertanyaan wartawan terkait dugaan money laundry.

Berdasarkan pengakuan tersangka, uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi. Namun pada saat itu, dia memberikan keterangan jika uang tersebut digunakan untuk THR. “Uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi bersangkutan, alasannya untuk THR pada waktu itu. Setelah kami telusuri untuk kepentingan pribadi. Pemberinya G sebagai direktur PDAU, dia juga sebagai PNS di Pemkab Trenggalek saat itu,” jelasnya.

Lulus menjelaskan saat ini pihaknya masih mengembangkan dugaan praktik suap tersebut. Informasi yang dihimpun, kasus tersebut diduga sempat terjadi tarik ulur, mengingat dugaan praktik suap itu terjadi pada tahun anggaran 2007. Dalam pengamanan ini, pihak Kejaksaan Negeri menyita sejumlah alat bukti. “Diantaranya barang bukti termasuk buku tabungan, rekening koran, saksi, dan keterangan pihak terkait,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date