Diduga Salah Diagnosa, Mantan Pasien Somasi RSUD dr Harjono

Ponorogo, koranmemo.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo diterpa masalah, ini setelah salah seorang mantan pasien rumah sakit  milik Pemkab Ponorogo ini, melalui kuasa humumnya melayangkan surat somasi terhadap Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) tersebut.

Dalam surat yang dilayangkan 9 November lalu, Suradi A Karim, kuasa hukum pasien yang minta dirahasikan identitasnya ini, meminta pertanggungjawaban pihak RSUD terkait dugaan kesalahan diagnosa pihak rumah sakit. Pasalnya akibat kasus ini sejak 6 bulan lalu klienya dan keluarga besar menanggung malu.

Karim mengungkapkan, kasus ini berawal Desember 2016 lalu, ketika itu  korban yang tengah  hamil bermaksud untuk mengecek golongan darah ke bidan desa setempat. Namun setelah melakukan pengecekan, oleh bidan desa korban dirujuk untuk melakukan pengecekan penyakit HIV di Puskesmas Ngrandu, Kauman, karena korban diduga mengidap penyakit tersebut.

Setelah menunggu dua hari hasil pemeriksaan di Puskesmas, korban diminta untuk bertemu langsung dengan pihak dokter. Korban pun kaget lantaran dinyatakan positif HIV.

Sang dokter Puskesmas menyarankan korban untuk melakukan pemeriksaan secara intensif di RSUD dr Harjono Ponorogo, di sana korban sempat mendapatkan penanganan oleh 4 tim dokter rumah sakit daerah tersebut. Korban kembali terkejut dan stress lantaran pihak rumah sakit memvonis korban positif HIV dan harus mengkonsumsi obat HIV seperti duviraldan neviral sebagai bentuk upaya terapi pencegahan.

Merasa tak puas, pertengahan tahun 2017 lalu korban akhirnya melakukan konsultasi ke RSUD dr. Sarjito Jogjakarta. Hasilnya justru mencengangkan lantaran korban dinyatakan negatif HIV, obat yang dikonsumsi dari RSUD dr Harjono tersebut tidak bekerja lantaran tidak ditemukan virus HIV dalam diri korban.

“ Kami meminta pihak rumah sakit RSUD dr Harjono bertanggung jawab atas dugaan mal praktik kepada klien kami, karena akibat kesalahan diagnosa ini klien kami dan kelurga menanggung malu akibat lebel ODHA (Orang Dengan HIV AIDS.red) yang diberikan pihak rumah sakit,” ujar Suradi A Karim kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Pihaknya juga mengancam bila hingga 5 Desember, rumah sakit tidak memberikan jawaban dan klarifikasi dugaan kesalahan diagnosa oleh 4 dokter RSUD dr Harjono, maka pihaknya akan membawa kasus ini ke ranah hukum.”Sebenarnya kami berharap masalah ini bisa diselesaikan dulu di luar pengadilan, tapi kalau tidak ditanggapi ya akan kami gugat. Karena kenyataanya klien kami dan bayinya sehat-sehat saja,”ancamnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo dr Made Jeren berdalih, anggapan pihak RSUD dr. Harjono melakukan kesalahan diagnosa terhadap korban  hingga menimbulkan fitnah, itu tidak betul, sebelum menganggap tindakan itu sebuah kesalahan diagnosa, harus dilakukan pembuktian lebih jauh dulu.

Ia menuding hasil diagnosa negatif HIV dari RSUD dr Sarjito Jogjakarta itu sebagai hal yang biasa, lantaran korban sebelumnya telah menjalani pengobatan. ”Misalkan orang dinyatakan menderita tifus lalu berobat dan dua minggu kemudian periksa lagi dinyatakan sembuh, itu kan biasa,’’ dalihnya.

Reporter: Zainul Rohman

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.