Diduga Curi Gabah Petani, Tukang Perontok Padi Diamankan

Nganjuk, koranmemo.com – Tindak pidana pencurian gabah (padi) lewat mesin perontok padi atau lazim disebut dos, kembali terjadi. Kali ini korbannya Mat Jalal (52) petani warga Kelurahan Bogo Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.

Dia merasa kehilangan sekitar 1 kwintal gabah saat menggunakan jasa 4 orang tukang perontok padi di jalan persawahan selatan makam setempat, Jumat (22/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Nganjuk Kota.

“Setelah mendapat laporan, petugas Polsek Nganjuk Kota langsung datang untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan empat pelaku,” kata AKP Moh. Sudarman Kasubbag Humas Polres Nganjuk.

Keempat orang itu, 3 di antaranya warga Dusun Papungan Desa Mungkung Kecamatan Loceret, yakni Sunarto (34), Jaenuri (39) dan Ru (16). Seorang lagi warga setempat, yaitu Agung Wicaksono (27).

Sudarman menjelaskan, kejadian berawal saat korban panen padi jenis Wisanggeni. Sekitar pukul 08.30 WIB, datang mesin perontok padi dengan diawaki oleh 4 orang laki-laki yang salah satunya tetangga korban.

“Mereka menawarkan jasa perontokan padi kepada korban. Saat itu korban setuju namun saat itu belum sempat terjadi kesepakatan ongkosnya. Mereka berempat langsung melaksanakan perontokan padi milik korban,” bebernya.

Setelah semua padi dirontokkan, korban curiga. Karena biasanya untuk sawah 60 ru mendapat hasil 13 sak. Namun saat itu korban hanya mendapat hasil 9 sak. Akhirnya korban curiga yang selanjutnya mengecek mesin perontok padi itu.

“Saat dicek, korban menemukan gabah miliknya yang sengaja diambil tukang perontok padi dengan cara memodifikasi lubang di dalam mesin, sehingga sebagian padi masuk ke dalam lubang itu,” papar Sudarman.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 400 ribu. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Nganjuk Kota dan keempat pelaku dapat diamankan.

“Barang bukti yang diamankan satu unit mesin perontok padi warna  hijau dengan mesin disel merek dongfeng dan 2,5 sak padi jenis wisanggeni dengan berat kurang lebih 1 kuintal,” pungkasnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date