Didemo Warga, Kades Tetap Lantik Perangkat

Sidoarjo, koranmemo.com Meski didemo ratusan warga Desa Singogalih Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Kepala Desa (Kades) Singogalih, Syamsi tetap melantik 3 perangkat desa baru, Selasa (6/6).

Ada tiga perangkat desa yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kades Singogalih yakni Arin Puspita Sari sebagai sekretaris desa, Siti Nurjanah sebagai Kasi Pelayanan dan Heksa Syahputra sebagai kepala dusun yang sebelumnya mengikuti tes penjaringan di UNESA Surabaya.

Kordinator aksi Harum Sutejo mengungkapkan, proses penjaringan perangkat banyak cacat dan indikasi adanya pesanan sangat terlihat ditambah lagi adanya temuan dugaan penggunaan ijazah palsu yang digunakan untuk mendaftar oleh salah satu calon.

“Padahal ijazah palsu yang digunakan oleh salah satu calon namun pihak panitia tidak menanggapi adanya indikasi pemalsuan ijazah tersebut, dan malahan calon yang bersangkutan terpilih walau akhirnya mengundurkan diri,” pungkasnya

Salah satu warga RT 9 RW 4 Slamet (40) mengungkapkan, salah satu calon yang terpilih tersebut merupakan anak dari mantan sekdes yang saat ini berdinas di kecamatan, yang bersangkutan sebelumnya tinggal di Makasar ikut suaminya. Dia mendaftar  lima hari sebelum penutupan, dan saat warga menanyakan ke panitia berkas yang bersangkutan tidak ada.

Ditambahkan, warga semua tahu kalau proses penjaringan perangkat ini sarat dengan KKN dan ini cacat. “Kita itu inginnya proses berlangsung fair dan netral tapi kenyataannya nggak bisa dan praktik-praktik semacam ini harus dihentikan,”imbuhnya.

Sementara itu Camat Tarik M. Kifli mengatakan, pelantikan ini tetap harus dilaksanakan karena ini sudah aturan, dan pihak-pihak yang tidak puas dan menolak bisa menempuh jalur hukum.

“Silahkan ajukan gugatan ke PTUN kalau memang ingin mendapatkan kejelasan hukum atas pelantikan ini,”ucap mantan Sekcam Sedati ini.

Usai acara pelantikan perangkat desa, warga bergerak menuju kantor Kecamatan Tarik dan beberapa perwakilan warga diterima Sekcam Tarik, Ineke karena camat sedang tidak ada di tempat.

Imam Subekhi salah satu warga menyatakan, pihaknya akan mengajukan gugatan ke PTUN dan untuk pemalsuan Ijazah tetap kita serahkan ke penegak hukum. “Semua bukti kecurangan  dan pemalsuan sudah ada, kita akan buat laporannya,” ujarnya.

Reporter : Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.