Dewan Minta Proyek Pavingisasi Rp 474 Juta Dibongkar

Ngawi, koranmemo.com – Proyek pavingisasi jalan akses wisata Air Terjun Srambang tepatnya di Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo menuai sorotan dari kalangan DPRD. Lantaran, proyek senilai Rp 474 juta yang bersumber dari APBD 2017 dikerjakan asal-asalan.

“Walah, ini (proyek pavingisasi-red) ngawur. Masak awut-awutan seperti ini pekerjaannya,” kata Ketua Komisi IV DPRD Slamet Riyanto saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek, Selasa (17/10).

Dikatakan Slamet, proyek di lokasi wisata Srambang ada tiga item pekerjaan yakni pembangunan pos jaga, lokasi area parkir dan pavingisasi. Tetapi yang bermasalah atau tidak sesuai dengan masterplannya hanya pavingisasi jalan dengan volume sekitar 330 meter persegi dari panjang jalan sekitar 130 meter dan lebar 2,5 meter.

“Ada tiga rekomendasi sesuai kesepakatan bersama antara Komisi IV, dinas terkait yakni Dispermukim (DPUTR-red), kosultan pengawas maupun dengan CV. Karya Sejati sendiri,” terangnya.

Dijelaskan, tiga rekomendasi itu, yakni CV.Karya Sejati harus membongkar pavingisasi secara total. Setelah itu datangkan alat berat untuk melakukan pemadatan urugan. Kedua, denda keterlambatan tetap diberlakukan kepada CV. Karya Sejati dengan nilai seperseribu nilai kontrak per hari.

“Proyek itu sudah mengalami keterlambatan sejak 03 September 2017 kemarin. Maka sejak 04 September sudah mulai dihitung dendanya. Dan poinya tidak lain proyek pavingisasi tersebut tidak melalui tahapan sebelumnya yakni pemadatan LPA pada urukan,” jelasnya.

Slamet menambahkan, rekomendasi ketiga tidak lain adalah sisa pembayaran atau termin terakhir ditunda sampai selesainya pekerjaan perbaikan. Dimana sistem realisasinya DP atau pembayaran pertama sebesar 30 persen disusul termin kedua pelaksanaan pekerjaan 50 persen sedangkan sisa pekerjaan ditermin terakhir atau finishing 20 persen

“Apabila ketiga rekomendasi tidak dijalankan maka kami akan membawa dan menindaklanjuti permasalahan ini ke ranah hukum. Karena jika itu terjadi sangat merugikan keuangan negara, maka dari itu pada pekan ini segera dibongkar dan diperbaiki kembali,” pungkasnya.

Reporter: Dika Abdillah

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.