Dewan Bentuk Panitia Pemilihan Wakil Bupati Trenggalek

Trenggalek, koranmemo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek membentuk panitia pemilihan untuk mengisi kekosongan jabatan Wakil Bupati Trenggalek. Pembentukan panitia pemilihan orang nomor dua di Kabupaten Trenggalek berlangsung dalam Rapat Paripurna di Graha Paripurna kantor DPRD Trenggalek, Kamis (13/6).

Panitia pemilihan yang dibentuk kalangan legislatif memiliki waktu selama 45 hari untuk menentukan siapa pendamping Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin yang baru saja dilantik menjadi Bupati Trenggalek. Dengan dilantiknya Mas Ipin sapaan akrab Bupati Trenggalek, secara otomatis jabatan Wakil Bupati yang ditinggalkan belum terisi.

“Kami memiliki waktu selama 45 hari, waktu itu terhitung pasca diparipurnakan hari ini,” kata Agus Cahyono, Wakil Ketua DPRD Trenggalek kepada koranmemo.com.

Kalangan legislatif akan memaksimalkan pembahasan sehingga roda pemerintahan berjalan lancar. Mulai menyurati partai politik (parpol) pengusung pasangan Emil Elestianto Dardak-Mochamad Nur Arifin di Pilkada 2015 lalu hingga tahapan-tahapan lainnya. Jika dalam waktu yang ditentukan belum membuahkan keputusan, secara otomatis panitia pemilihan akan dibubarkan.

“Jika nanti belum ada keputusan, kalau ambang waktunya berakhir secara otomatis kita akhiri masa kerjanya. Kita laporkan, paripurnakan. Nanti jika masih ada sisa waktu, kita bentuk lagi panitia,” kata Agus Cahyono.

Sesuai mekanisme, jabatan yang ditinggalkan Mas Ipin akan diisi oleh kandidat parpol pengusung. Parpol pengusung akan menyodorkan dua calon ke kalangan legislatif. Proses pengisian ini sekaligus menepis asumsi liar tentang kemungkinan Bupati tunggal hingga akhir masa jabatan jika masa jabatan Bupati definitif kurang dari 18 bulan.

“Kalau dilantik (Bupati definitif, red) sisa masa jabatan kurang dari 18 bulan tidak perlu pembentukan panitia pemilihan Wakil Bupati. Kalau di atas itu sifatnya opsional, kan aturannya dapat bukan wajib. Tapi idealnya ada (wakil bupati,red) ,” jelasnya.

Berdasarkan aturan Mas Ipin juga masih mempunyai kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Trenggalek hingga dua kali. Hal ini merujuk pada masa jabatan bupati definitif periode 2016-2021 yang dijalankan karena kurang dari 2,5 tahun. Sebab, pertengahan Mei lalu, Mas Ipin resmi menjabat sebagai Bupati Trenggalek.

“Ketika masa jabatan kurang dari 2,5 tahun atau separuh masa jabatan itu tidak dihitung satu periode. Masih bisa dua kali lagi,” pungkasnya. (adv)

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date