Dermaga Mambahayakan Pengguna Jalan

Tulungagung, Koran Memo – Dermaga penyeberangan Sungai Brantas yang masuk Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung yang menghubungkan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar dinilai masih membahayakan pengguna jalan. Utamanya ketika air Sungai Brantas pasang. Pasalnya dermaga yang dibangunan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkoinfo) Provinsi pada Oktober tahun lalu terendam air.

Dermaga penyeberangan Sungai Brantas terendam saat air pasang
Dermaga penyeberangan Sungai Brantas terendam saat air pasang

Ridwan, salah seorang petugas perahu penyebarangan mengaku, perbaikan tiang dermaga telah usai. Namun ada permasalahan lain yakni dermaga masih ada yang terendam air sungai terlebih ketika air pasang. “Kalau sudah terendam, menjadi kurang nyaman dan bisa berbahaya. Makanya sementara pakai dermaga lama dulu,” ungkapnya.

Dia mengatakan, perbaikan dermaga perlu dilakukan ulang. Sebab belum secara keseluruhan bisa digunakan secara aman. Seharusnya, air sungai tak sampai merendam dermaga. Namun nyatanya, meski dermaga baru sudah dalam ketinggian maksimal, air terkadang masih bisa merendamnya. “Kondisi sebenarnya juga sudah bagus. Kami juga senang tapi alangkah baiknya ada pemeriksaan ulang sebelum benar-benar digunakan,” harapnya.

Pria berkumis itu mengaku, sudah ada sosialisasi dari Dishubkominfo provinsi dan kabupaten. Dalam sosialisasi itu, diutamakan keselamatan penyeberangan. Dan untuk pembinaan dilakukan kabupaten. “Sudah ada sosialisasi 9 April lalu. Intinya pada keselamatan. Nanti juga akan ada perbaikan lagi,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishubkominfo Maryani melalui Kabid LLAJ Djaelani mengklaim, dermaga sudah bisa digunakan. Namun dia tak menampik jika masih perlu perbaikan di beberapa bagian. Sinyal perbaikan itu diketahui saat sosialisasi bersama Dishubkominfo provinsi. “Sudah bisa digunakan sejak awal April lalu. dermaga itu dibangun oleh provinsi,” tegasnya.

Langkah kedepannya, akan dilakukan pembinaan lanjutan kepada pemilik perahu dan kru penyeberangan. Salah satunya tentang keselamatan penyeberangan. “Seperti penyediaan pelampung dan hal lain yang berhubungan dengan keselamatan,” katanya.

Tarif penyeberangan, lanjut pria berkacamata itu, akan dikoordinasikan dengan Blitar. Pasalnya, penyeberangan Sungai Brantas melibatkan dua wilayah yakni Tulungagung dan Blitar. karena ada dua wilayah, penentuan tetap berada ditangan provinsi. “Hingga kini dermaga belum diserahkan kepada pemkab, karena masih ada perbaikan lagi. untuk tarif sendiri juga masih dibahas,” jlentrehnya. (den/Jb)

Follow Untuk Berita Up to Date