Dendam, 4 Warga Suruh Curi Kerangka Besi Proyek Talud

Trenggalek, koranmemo.comEmpat warga Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek harus berurusan dengan polisi. Pasalnya mereka nekat mencuri kerangka besi yang akan digunakan untuk membuat talud atau dinding penahan tanah di lokasi proyek Dusun Krajan Desa/Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S mengatakan, empat pelaku diamankan petugas dalam kurun waktu hampir bersamaan. Tiga diantaranya diamankan petugas di lapangan Dusun Krajan, RT 24/RW 9 tak jauh dari lokasi mereka melancarkan aksinya, Rabu (12/9). “Sementara satu pelaku keesokan harinya menyerahkan diri,” ujarnya kepada koranmemo.com.Didit menambahkan, penangkapan empat pelaku itu bermula dari laporan mandor proyek pengerjaan talud, Senin (10/9). Aziz Huta Bhayangkara (30), mandor pelaksana pengerjaan talud itu melapor kepada polisi telah kehilangan belasan rangkaian kerangka besi di lokasi pengerjaan proyek. “Setelah itu kami lakukan penyelidikan dan mengamankan empat pelaku,” kata Didit.

Empat pelaku itu adalah Aming Agus Setyawan (26) warga RT 24/RW 9 dan tiga warga RT 26/RW 10 yakni Nurwahyudi (21), Wahyu Ryan Pratama (24) dan Basten Aldo Saputra (21). Mereka tinggal tak jauh dari lokasi pengerjaan proyek. “Empat tersangka ini tinggal tak jauh dari lokasi pengerjaan proyek,” jelasnya.

Kepada petugas, mereka mengaku nekat mencuri belasan rangka besi pembuatan talud itu lantaran dendam. Mereka kecewa lantaran tidak diterima untuk kerja untuk membantu mengerjakan pengerjaan proyek tersebut. “Motif pelaku merasa dendam karena merasa sebagai penduduk lokal dan mau bekerja di proyek tersebut tidak diperbolehkan dengan alasan sudah banyak pekerja,” jelasnya.

Didit menambahkan, merasa dendam, akhirnya empat pelaku itu nekat mencuri 11 kolong rakitan besi yang akan digunakan membuat talud. Dari hasil pemeriksaan, petugas menyita sebanyak 60 buah besi dengan diameter 12 mm dan panjang 3 meter. “Selain itu ada 100 buah besi bentuk persegi panjang atau begel dengan panjang 25 cm, lebar 10 cm dan diameter 8 mm, serta beberapa barang bukti lainnya,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, empat tersangka terancam pasal 363 ayat ke (1 ) ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Sementara akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian hingga Rp 4,4 juta.

Reporter Angga Prasetya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date