Data Kemiskinan Simpang Siur, Dewan Kecewa

Trenggalek,koranmemo.com – DPRD Kabupaten Trenggalek mengaku kecewa dengan ketidakpastian data kemiskinan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Trenggalek selama ini. Selain simpang siur, data orang miskin di Dinas Sosial , dianggap
tidak sinkron diantaranya di Posko Gertak, Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS) kantor Trenggalek.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek, Sukadji mengaku, menemukan adanya ketidaksesuaian data orang miskin yang dimiliki tiga lembaga yakni BPS Kabupaten Trenggalek, Posko Gerakan Tengok ke Bawah Kemiskinan (Gertak) dan Dinas Sosial Trenggalek.
“Bagaimana ini koq berbeda ya, padahal ini data penting,”ucapnya, Minggu (23/7).

Dikatakan perbedaan tersebut berdasarkan temuan data yang kaitannya akan dibahas dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2018.
“ Ini menyangkut pembahasan KUA PPAS tahun anggaran 2018 yang sedianya segera difinalkan bulan Agustus mendatang,”lanjutnya.

Politisi asal Partai Golkar ini menuding pemkab belum maksimal dalam bekerja , terbukti masih banyaknya kekurangan yang dilakukan para pembantu bupati.
“Faktornya sehingga samapai begitu apa dan dengan indikator apa,” tandasnya.

Ditambahkan, jika hal itu tidak diseriusi maka nantinya dikhawatirkan akan timbul masalah baru dan tentunya gejolak yang menjadi dampak dari masalah tersebut.
“Ini kita sudah disurati sama Asosiasi Kepala Desa (AKD) salah satu agendanya menanyakan masalah itu,”tandasnya.

Samsuri anggota komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek berharap agar data kemiskinan  yang dipakai sebagai acuan seharusnya bersifat tunggal  sehingga semua pihak dapat menggunakan data  tersebut. Hal ini demi kevalidan data tersebut. Sehingga jika terjadi sesuatu ada yang bertanggungjawab.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Sosial Pemkab Trenggalek, dr Ratna  mengatakan, sejak diterapkan Musyawarah desa ( Musdes ) sebenarnya pihaknya telah banyak terbantu. Akan tetapi, data yang didapat dari musdes ini juga menimbulkan persoalan baru.
“Kenapa demikian,ternyata data yang diusulkan ini juga banyak mayarakat mampu yang masuk dalam data kemiskinan,” ungkapnya.

Reporter : Putut Purbantara

Editor      : Hamzah Abdillah

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.