Dampak Penularan TBC-HIV Disorot

Nganjuk, koranmemo.comDampak Penularan penyakit TBC (Tubercolousis) menjadi sorotan serius sejumlah Organisasi kemasyarakatan di Nganjuk. Pasalnya, penyakit menular yang mengakibatkan kematian setelah HIV ini sangat rentan menyerang penduduk  kawasan kumuh dan padat penghuni.

Ketua Aisyiyah Nganjuk, Umi Nisai menjelaskan, peran serta masyarakat dalam mengendalikan penyakit yang ditularkan melalui udara ini sangat dibutuhkan. “Semua elemen punya kepentingan untuk bersama-sama menanggulangi penyakit ini,” ujarnya saat membuka pelatihan advokasi dan Komunikasi di Hall RSUD Nganjuk, Senin (24/9).

Hal senada disampaikan ketua Komunitas Masyarakat Peduli TB, Edi Suharini. Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk mengkampanyekan tentang bahaya penyakit TBC. Menurut aktifis Gabungan Organisasi Wanita (GOW), penyakit TB sangat mudah ditularkan hanya dengan lewat udara.

“Jika ada salah satu keluarga terjangkit maka lima belas orang sekelilingnya patut diduga terjangkit juga,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang menerima bantuan berupa pendampingan dan pemberdayaan dari Lembaga Internasiaonal ‘Global Fund’ khusus penanganan Penyakit menular.

“Global Fund bermitra dengan AISYIYAH until penanganan penyakit TB-HIV pada enam kecamatan ¬†di Nganjuk,” tutur Mashfiyatul Mufida, Koordinator SSR TB-HIV Nganjuk.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.