Dampak Musim Hujan, Harga dan Hasil Panen Melon Anjlok

Nganjuk, koranmemo.com-Memasuki panen raya tahun ini, harga buah melon dari petani mengalami penurunan di pasaran akibat tingginya curah hujan. Beruntung, petani tidak sampai merugi meskipun hasil panen penopang perekonomian petani di Nganjuk tersebut jauh dari harapan.

Salah satu daerah yang hampir semua petaninya menanam melon yakni Dusun Kepuh Telu Desa Balong Rejo Kecamatan Bagor. Sekitar 40 hektare sawah pertanian di daerah ini ditanami buah melon.

Informasi yang dihimpun dari petani, pada musim panen kali ini harga melon mengalami penurunan dari harga normal Rp 7 ribu menjadi Rp 5 ribu. Kendati demikian, para petani mengaku masih mendapat keuntungan dari penurunan harga itu, meskipun hanya sedikit.

Yasin, petani melon asal Desa Balong Rejo mengatakan, dari tanaman melon di sawah seluas 125 meter persegi bisa laku Rp 25 juta, dengan biaya tanam sekitar Rp 15 juta. “Hasil panen tidak sebagus yang kami harapkan, karena beberapa waktu lalu sawah petani sini sempat kebanjiran,” ujarnya.

Dia menyampaikan, biasanya dengan ukuran sawah seperti itu mampu menghasilkan hingga 7 ton saat panen raya. Tapi kini hasil panen anjlok di kisaran 5 ton akibat sawahnya tergenang banjir pada musim hujan kali ini.

“Tidak bisa dianggap remeh, untuk menanam buah melon petani harus memiliki keahlian khusus dalam merawatnya,” tandas Yasin.

Penjualan hasil panen buah melon tidak sulit lantaran sebelum panen raya tiba sudah ada penebas dari berbagai daerah datang ke sawah. Ketika melon berumur 50 hari, petani sudah mendapatkan harga tawar dari penebas. Sehingga, saat panen raya tiba seperti sekarang ini hanya tinggal menunggu pelunasan pembayaran.

Hasil panen buah melon dari wilayah tersebut dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, mulai Jogja, Jakarta, Kalimantan, hingga ke Manukwari Irian Jaya.

Sunaryo, penebas melon mengaku dalam satu hari bisa mengeluarkan uang hingga Rp 150 juta guna membeli melon yang akan dikirim ke Jakarta. “Sehari bisa keluarkan duit hingga Rp 150 juta untuk membeli melon dari petani. Selanjutnya buah tersebut kami kirim ke Jakarta,” katanya.

Reporter: Andik Sukaca
Editor: Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date