Curi Motor untuk Nonton Arema Vs Sriwijaya

Tulungagung, koranmemo.com – Aksi Robi Prananca (21) warga Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir bisa dibilang nekat. Pasalnya demi keinginannya untuk melihat pertandingan semifinal sepak bola piala presiden antara Arema FC versus Sriwijaya FC di stadion manahan Solo Jawa Tengah, pemuda pengangguran tersebut nekat melakukan pencurian sepeda motor merk Suzuki Satria AG 4815 TZ dan dua handphone (hp) merk samsung Galaxy dan Oppo milik tetangganya, Liony Ratna Kurniawati (32) pada Jum’at (2/3) dini hari. Akibatnya korban mengalami kerugian sebesar Rp 22,5 juta.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kapolsek Kalidawir AKP Mohammad Ilyas mengatakan, pencurian tersebut diketahui pertama kali oleh korban pada Jum’at (2/2) pagi. Semua penghuni rumah sedang melaksanakan sholat subuh di musala samping rumah. Seperti hari-hari sebelumnya, ketika ke musala pintu samping rumah korban tidak pernah dikunci. “Jadi pintu hanya ditutup, tidak dikunci,” katanya.

Kemudian lanjutnya, ketika di musala, korban sempat mendengar deru suara sepeda motor yang menyala dan sumber suara berasal dari depan rumahnya. “Korban mengetahui jika sepeda motor tersebut mengarah ke utara, namun tidak ada kecurigaan,” ujarnya.

Sepulangnya dari musala, korban kaget karena salah satu sepeda motor yang diparkir di dalam rumahnya yakni Suzuki Satria AG 4815 TZ ┬ásudah tidak berada di tempatnya. Mengetahui itu, spontan korban langsung mengecek barang-barang berharga di dalam rumahnya, ternyata dua hp android miliknya juga hilang.”Merasa rumahnya kemalingan, korban langsung memberitahu tetangganya,” terangnya.

Dilanjutkan, sesaat kemudian warga mendatangi rumah korban, ternyata ditemukan peci yang tergeletak di halaman rumah. Warga menduga, peci tersebut adalah milik pelaku.

“Akhirnya warga sepakat melaporkannya ke Polsek Kalidawir,” imbuhnya.

Saat petugas mengumpulkan bahan keterangan, ada salah satu warga yang mengetahui pemilik dari peci tersebut. Kemudian petugas langsung mendatangi rumah tersangka yang berjarak 300 meter dari rumah korban. Namun petugas tidak mendapati tersangka dan hanya bertemu dengan keluarganya.

“Pihak keluarga membenarkan jika peci tersebut adalah milik tersangka, namun tersangka memang jarang di rumah,” katanya.

Dari keterangan pihak keluarga, tersangka memang sering tidak pulang ke rumah. Biasanya tempat mangkalnya di simpang tiga Gragalan, simpang empat Jepun dan di simpang empat Gleduk.

Menurut informasi yang didapat petugas, pada Sabtu (3/2) tersangka pergi ke Solo untuk melihat pertandingan semifinal sepak bola antara Arema FC melawan Sriwijaya FC.

“Berbekal informasi tersebut petugas terus melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Gayung pun bersambut, pada Minggu (4/2) rombongan suporter kembali ke rumah masing-masing termasuk tersangka. Ketika itu petugas terus memantau keberadaan tersangka. Bahkan informasi terakhir, tersangka sudah berada di sebuah kafe Basscamp tepatnya di selatan simpang empat Gleduk.

Tak mau kehilangan momentum petugas langsung menangkapnya.

“Ternyata benar, tersangka beserta barang bukti ada di lokasi, bahkan saat itu tersangka sedang mabuk. Saat itu juga kita gelandang ke Mapolsek,” ujarnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku menuju rumah korban dengan berjalan kaki dari rumahnya. Tersangka juga mengetahui setiap pagi korban selalu salat berjemaah. Bahkan, malam itu tersangka nekat tidur di luar rumah hanya untuk memastikan situasi benar-benar aman.

Masih menurut Ilyas, saat situasi aman tersangka langsung masuk ke halaman rumah korban dan membuka pintu belakang yang saat itu tidak di kunci. Meski ada empat sepeda motor berbagai merk namun tersangka memilih Suzuki Satria karena kunci sepeda motor tersebut masih menancap. Saat itu tersangka juga sempat mengambil dua hp milik korban.

“Setelah sepeda motor berara di luar, tersangka langsung mengendarainya ke utara,” terangnya.

Tersangka juga mengaku selama melakukan aksinya tidak melibatkan orang lain dan murni atas inisiatifnya sendiri.

Adapun motif tersangka yakni tersangka tidak memiliki uang untuk biaya menonton pertandingan sepak bola ke Solo. Adapun salah satu HP merk Oppo milik korban dijualnya seharga Rp 250 ribu di daerah pasar Ngemplak.

“Sedangkan sepeda motor Suzuki Satria rencananya juga akan dijual untuk biaya pergi bekerja ke Kalimantan, tapi sudah keburu tertangkap,” jelasnya.

Reporter:Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.