Curah Hujan Tinggi, Harga Sayuran Naik

Batu, koranmemo.com – Sejumlah kebutuhan sayuran di Pasar Batu mengalami kenaikan harga hingga ada yang mencapai dua kali lipat. Hal tersebut dipengaruhi karena curah hujan tinggi sejak Desember 2017 hingga awal tahun 2018 ini.

Salimah, salah satu pedagang mengatakan, beberapa sayuran tersebut yang mengalami kenaikan harga yakni andewi, gobis, selada air dan seledri. Karena musim hujan, banyak petani yang hanya bisa mengirim sedikit sayuran. “Katanya sih karena banyak sayuran yang rusak kena hujan, jadi stoknya sedikit,” ujarnya , Kamis (4/1).

Ditambahkan, seperti contoh seledri yang biasanya bisa dibeli dengan harga Rp 3 ribu per kilogramnya, saat musim hujan ini harganya naik drastis hingga Rp 14 ribu per kilogramnya. Selain itu, harga tomat dan sawi putih juga naik, dari harga Rp 5 ribu sekarang bisa mencapai Rp 10 ribu bahkan bisa lebih

Tentunya kenaikan harga sayuran ini mempengaruhi daya beli. “Bila biasanya banyak pembeli sayuran dalam kapasitas 5 kilogram kini hanya membeli 1 kilogram sampai 2 kilogram saja,” ungkapnya.

Sementara itu, petani asal Desa Sumberejo, Lukman mengatakan minggu-minggu ini banyak hasil tanam seledri yang gagal panen. Banyak yang busuk dan banyak yang rusak. Dia mengaku, pengobatan sudah dilakukan secara maksimal. Seperti pemberian pestisida, pemupukan.

Sebelumnya, diperkirakan panen sayuran akan naik saat awal tahun ini, tapi ternyata malah gagal panen. “Tentunya mempengaruhi jumlah yang diberikan ke tengkulak. Ini saja biasanya bisa sampai 50 kilogram, tapi hanya menghasilkan 15 kilogram saja,” pungkasnya.

Reporter: Yudha Kriswanto

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.