Coming Soon Dua Bioskop Besar di Kediri

Kediri, koranmemo.com – Bisnis tontonan khususnya bioskop terus meningkat tidak terkecuali di Kota Kediri. Tahun ini dua bioskop besar akan segera hadir yakni CGV yang merupakan perusahaan dari Korea Selatan dan Cinema21 yang menjadi pelopor Cineplex di Indonesia. Mereka akan membuat persaingan dunia perfilman semakin meningkat melihat hanya satu bioskop yang ada yakni Golden Theater.

Irwan Hardiyanto Manajer Kediri Mall membenarkan bioskop akan hadir di pusat perbelanjaan yang dia kelola. Gedung Bioskop yakni CGV diperkirakan akan hadir di Kota Kediri sekitar 6 sampai 7 bulan lagi yang rencananya akan berada di lantai 7 Transmart Kediri Mall.

“Rencananya memang ada gedung bioskop nantinya masih sekitar 6 bulan sampai 7 bulan lagi. Di kami CGV kalau Cinema21 kelihatannya di Ramayana. Investornya insyaallah dari Jakarta,” ujarnya saat dihubungi koranmemo.com, Selasa (8/1).

Pantauan di Kediri Mall sudah tertera tulisan CGV lt7 coming soon di setiap sudut pintu masuk maupun pintu lift. Pada lantai itu sudah terlihat sejumlah pekerja merenovasi bangunan yang dulunya sebagai ballroom. Hal serupa juga terjadi di Ramayana Dept Store Kediri yang rencananya akan hadir Cinema21 pada kawasan swalayan tersebut. Salah satu pekerja di Kediri Mall mengatakan, pihaknya hanya mempersiapkan ruangan untuk ditempati bioskop. “Kita hanya meninggikan saja sesuai keinginan,” katanya.

Sementara, Hanna Humaira penggiat perfilman di Kediri mengatakan, geliat bioskop-bioskop di Indonesia khususnya di Kediri menandakan apresiasi masyarakat terhadap perfilman tinggi. Salah satu penggagas Komunitas Film Indie Kediri ini melihat, masyarakat Kota Kediri sedang membutuhkan layar tambahan untuk film-film Indonesia yang berkualitas. Dia memprediksi, film akan menjadi hiburan utama bagi masyarakat di Kediri.

“Kualitas film bioskop sekarang makin bagus terutama film Indonesia. Makin banyak yang dapat penghargaan baik di dalam maupun luar negeri, reviewnya juga cukup bagus. Maka bioskop-bioskop baru hadir di Kediri saya rasa bagus karena minat masyarakat sekarang juga lagi bagus. Contohnya kita pernah adakan nobar tiketnya sold out, terus ada meet and greet Yowisband dulu itu juga rame banget terus pemutaran alternatif sekarang juga banyak yang datang,” katanya.

Lebih lanjut, bioskop yang pernah mengalami masa-masa kelam dikarenakan terpaan internet serta kualitas perfilman di Indonesia yang kurang sesuai keinginan masyarakat. “Kalau bioskop sempat redup memang beberapa tahun yang lalu secara menyeluruh tidak hanya di Indonesia saja karena industry perfliman waktu itu lagi tidak bagus. Yang terpenting adalah produktivitas pembuata film jika meningkat jumlah penonton juga meningkat. Selain itu minat masyarakat juga karena jumlah layar bioskop yang semakin banyak,” katanya.

Geliat penonton bioskop bisa dilihat dari pengunjung yang datang tidak hanya dari kalangan remaja atau dewasa namun anak-anak dan orangtua juga mulai kembali datang ke bioskop. Namun, Hanna menyayangkan, orangtua yang tidak mengajak berdiskusi anak setelah melihat film di bioskop sehingga nilai yang terkandung dalam film tersebut tidak bisa terserap oleh anak-anak.

“Prosentase nilai dalam film masih didominasi oleh hiburan maka dari itu kalau mengajak anak-anak nonton film orangtua harus mengajak diskusi agar nilai-nilai yang terkandung dalam film itu tidak salah kaprah diartikan oleh anak. Jika si anak nanti buat gaduh, nyalahin KPI nya ini kan juga kurang tepat,” jelasnya.

Reporter Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date