Coklit Terkendala di Perumahan Elit, Warga Mengira Penipuan

Kediri, koranmemo.com – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) terus melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk pemilihan wali (Piwali) Kota Kediri 2018. Beberapa kendala dirasakan petugas terutama ketika berada di perumahaan elit yang mengira jika itu adalah penipuan.

Sesuai Daftar Pendudukan Pemilih Potensial Pemilu (DP4), petugas PPDP melakukan coklit dari rumah ke rumah warga. Sekitar 215.120 DP4 Kota Kediri, petugas menemukan sejumlah kendala. Anis Iva Permatasari, komisioner KPU divisi sosialisasi dan pendidikan pemilih mengatakan, kendala itu saat petugas melakukan coklit di perumahan elit.

“Banyak kendala itu ada di perumahan elit yang rumahnya tertutup rapat. Mereka sulit ditemui, karena kami dikira akan melakukan penipuan seperti penipuan yang mengatasnamakan petugas sensus dan lainnya. Akhirnya, petugas harus menjelaskan sangat detil dengan menyerahkan bukti identitas kami jika ini keperluannya untuk pemilih Pilwali dan Pilgub nanti,” ujarnya.

Selain itu, petugas juga menemukan kendala saat banjir beberapa waktu lalu hingga kendala saat menemukan warga yang mengalami gangguan jiwa. Menurut Anis, petugas kesulitan untuk mencoret hak pilih dari warga gangguan jiwa. Karena, beberapa warga itu tidak berada satu rumah dengan keluarganya serta tidak memiliki surat keterangan sakit jiwa dari rumah sakit jiwa (RSJ).

“Untuk pemilih yang sakit jiwa, kami kesulitan saat mencoret hak pilih. Karena, untuk menghilangkan hak pilih itu, mereka harus mengantongi surat izin dari RSJ. Sedangkan, pemilih itu selama ini tidak pernah diperiksakan oleh keluarga, jadi terpaksa tetap kita masukan sebagai pemilih,” jelasnya.

Sementara, coklit terus dilakukan mulai tanggal 20 Januari kemarin hingga 18 Februari 2018. Dari hasil tersebut, kemungkinan jumlah DP4 tidak akan sama dengan daftar pemilih tetap (DPT). “DP4 itu sebagai acuan kami untuk coklit, tapi jumlahnya bisa berbeda saat DPT karena kami akan menemukan ternyata nama warga dalam DP4 itu sudah meninggal atau sudah pindah tempat,” tandas Anis Iva Permatasari.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.