Cetak Karakter Klien Lebih Mandiri Sebelum Terjun ke Masyarakat

Kediri, koranmemo.com – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas II A Kediri memberikan pembinaan kepada 20 klien yang menjalani masa reintegrasi. Pembinaan itu berupa pembekalan keterampilan membuat hantaran di aula Bapas Klas II A Kediri, Selasa (20/3).

Yuyun Nurliana, Kepala Bapas Klas II A Kediri mengatakan, pembinaan berupa keterampilan ini dilakukan untuk mencetak karakter klien lebih mandiri sebelum terjun ke masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini dilakukan untuk mengubah mindset klien agar menjadi lebih baik serta tidak mengulangi perbuatannya.

Tak hanya memberikan pembekalan dari segi agama, bekal ketrampilan agar klien lebih produktif juga terus dilakukan.

“Benang merahnya, melatih kesabaran, kerja keras, serta mengajarkan kepada klien bahwasannya tidak ada yang instan,” ujarnya saat ditemui koranmemo.com usai membina pelatihan, hari ini Selasa (20/3).

Pelatihan keterampilan membuat hantaran ini dipilih bukan tanpa alasan. Sebab, hantaran dinilai produktif, mengingat media itu sudah menjadi kebutuhan saat melakukan pernikahan.

Selain itu, ditinjau dari bahan yang dibutuhkan memiliki modal yang kecil, namun menghasilkan nilai ekonomis tinggi.

“Biaya pembuatan rendah, namun memiliki nilai ekonomis tinggi. Saya pernah melihat sebuah hantaran, harganya bisa Rp 60 ribu. Padahal peralatan atau bahan yang dibutuhkan sederhana,” imbuhnya.

Pembekalan keterampilan kepada klien ini, lanjut Yuyun, akan dilakukan secara berkesinambungan. Hanya saja, konsep atau materi yang diberikan kepada klien berbeda.

“Berbeda konsep atau bekal keterampilan yang diberikan. Semisal kemarin kami juga memberikan keterampilan memijat refleksi, lalu membuat hantaran, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Reporter : Angga Prasetya

Editor      : Muji Hartono

Follow Untuk Berita Up to Date