Cemburu, Sinden Tusuk Teman

Kondisi korban saat sudah dirumahnya (ivan/memo)
Kondisi korban saat sudah dirumahnya (ivan/memo)

*Sepakat Damai, Dikenakan Wajib Lapor Selama Setahun

Kediri, Memo

Desi Rahmawati (21) warga asal Desa Kwadungan Kecamatan Ngasem, Minggu (14/12) sekitar pukul 18.00 WIB, ditusuk pisau oleh Maya warga Desa Bangle Kecamatan Ngadiluwih. Akibat tusukan wanita yang berprofesi sebagai sinden tersebut korban mengalami luka terbuka pada bagian perut, paha, dahi dan tanganya. Meski begitu kasus penganiayaan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Informasinya, menurut keterangan korban, penusukan dipicu lantaran, ia dikira berselingkuh dengan suami temanya itu, “ Saya itu dikira selingkuh dengan suaminya, padahal antara saya dan suaminya hanya berteman saja,” kata korban ditemui Koran Memo dirumahnya.

Bermula ketika korban berada dirumah, tiba-tiba didatangi pelaku, “Begitu masuk rumah dan bertemu dengan saya, dia (Maya-red) langsung menusuk perut, paha, dahi dan tangan saya dengan pisau, untung saya sempat menghindar,” tuturnya.

Mendapat serangan secara tiba-tiba itu, korban hanya bisa melakukan perlawanan dengan menghindar dan menjambak rambut pelaku, “ Karena tidak siap, ya ini luka yang saya alami. Semua masih terasa sakit,” tambahnya.

Selain melakukan perlawanan, korban juga terus bertanya tentang apa yang menjadi penyebab tindakan nekat temanya itu, “ Jadi saat itu, saya mencoba bertanya. Namun dia seperti orang kalap, dia terus menuduh saya selingkuh dengan suaminya” tandasnya.

Mendengar keributan itu, keluarga korban berusaha melerai. Melihat korban mengalami luka terbuka pihak keluarga langsung melarikan ke rumah sakit Aura Sifa Delopo Kediri. Setelah mendapat perawatan medis korban diperbolehkan pulang.

Untuk selanjutnya pelaku dibawa ke balai desa setempat. Pihak desapun menghubungi petugas Polsek Gampengrejo. Dihadapan para perangkat desa dengan disaksikan sejumlah warga kedua belah pihak sepakat untuk berdamai, “ Saya menyadari kalau teman saya itu cemburu. Saya sendiri juga pernah merasakan bagimana rasanya kalau cemburu. Jadi ya ndak pap, kita sepakat untuk berdamai,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek Gampengrejo AKP Edi Subandrio membenarkan seputar dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut. Namun karena kedua belah pihak sepakat damai, pihaknya meminta pelaku untuk wajib lapor, “Setelah diselesaikan secara kekeluargaan dan damai, pelaku wajib lapor hari Senin dan Kamis selama satu tahun ke Polsek Gampengrejo,” ujarnya kepada Koran Memo, Senin (15/12). (c3)

Follow Untuk Berita Up to Date