Cara Polres Trenggalek agar Generasi Milenial Kembali Meneladani Semangat Nasionalisme

Trenggalek, koranmemo.com – Tantangan Bangsa Indonesia kedepannya semakin berat. Kawula muda sebagai generasi penerus bangsa harus mampu meneladani semangat nasionalisme para pendiri bangsa. Mewarisi semangat nasionalisme para pendiri bangsa menjadi kunci utama untuk menjawab segala tantangan diera modernisasi.

Di era globalisasi dan lonjakan teknologi seperti saat ini, para generasi muda utamanya kalangan pelajar harus meneladani kembali semangat pemuda 90 tahun silam. Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ini diharapkan menjadi momentum sebuah pergerakan yang menyatukan seluruh pemuda. Tak dapat dipungkiri, generasi muda saat ini rawan terjadi gesekan sosial, terlebih acapkali persoalan itu timbul lantaran hal sepele.

Misalnya tawuran antar pelajar yang marak mewarnai pemberitaan di media massa ataupun gesekan-gesekan sosial yang melibatkan kalangan pelajar lainnya. “Semangat persatuan ini lah yang harus kita junjung tinggi dan dijadikan landasan membangun bangsa dan NKRI yang lebih maju, ” ujar Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S saat membuka kegiatan parade band dan lomba mewarnai becak di Mapolres Trenggalek, Minggu (28/10).

Semangat nasionalisme menjadi sangat penting mengingat serbuan budaya dan paham dari luar yang bertentangan dengan empat pilar kebangsaan melalui media sosial (medsos) dinilai sangat masif. Pihaknya mengingatkan agar pemuda di Trenggalek tidak terjebak pada retorika perubahan yang mengarah pada perpecahan maupun radikalisme.

Tantangan lainnya adalah industri kreatif yang terus berkembang dari menit ke menit menuntut kreativitas tinggi pemuda agar mampu bersaing dengan masyarakat belahan dunia lain. “Memasuki era industri 4.0 yang menampilkan teknologi siber dan sistem digital harus diikuti agar tidak tertinggal dengan yang lain. Kreativitas adalah kata kuncinya disamping mental tangguh dan jiwa wirausaha yang kuat,” imbuhnya.

Parade band dan lomba mewarnai becak yang diikuti ratusan pelajar setingkat SMA di Kabupaten Trenggalek sengaja dikemas sedemikian rupa oleh Polres Trenggalek. Konsep ini menyadur perpaduan modernisasi, namun tidak melupakan semangat kebangsaan. Kondisi ini terlihat dari nuansa lagu kebangsaan yang dibawakan setiap kontestan.

Selain itu, semangat ini terlihat dari kreativitas peserta lomba mewarnai ratusan becak tersebut. “Masing-masing pelajar benar-benar menunjukkan kreativitas mereka. Ada yang menghiasi becak dengan gambar sketsa pahlawan layaknya mural. Bahkan ada pula yang menggunakan teknik sablon dengan media selembar kertas yang telah dipotong menyerupai sosok pahlawan,” pungkasnya.

AKP Suyono, Kasat Binmas Polres Trenggalek selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan, festival ini diikuti sebanyak 150 becak. Kru masing-masing becak bisa mencapai 5-7 orang pelajar. Sedangkan parade band diikuti oleh 15 grup band dari beberapa sekolah menengah di Trenggalek. “Fokus kegiatan kita memang kita arahkan bagi pelajar sekolah menengah. Jadi yang mewarnai becak maupun pemain band semuanya pelajar,” jelasnya.

Dengan kegiatan tersebut, pihaknya ingin memberikan wadah kreatifitas pelajar sekaligus mendekatkan diri dengan kepolisian. Di sela-sela kegiatan juga disampaikan pesan-pesan Kamtibmas seperti tertib berlalu lintas, anti narkoba hingga soal bijak bermedia sosial. “Mereka adalah generasi penerus bangsa. Dengan acara ini diharapkan mereka menjadi generasi milenial yang bermental tangguh, berbudaya, berkarakter dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi sesuai tema hari Sumpah Pemuda, Bangun Pemuda Satukan Indonesia,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date