Cara Merayakan “Kelahiran Matahari” di Berbagai Negara

koranmemo.com – Fenomena solstis atau solstice adalah hari ketika planet Bumi mengalami siang hari terpendek dan siang hari terlama, dalam satu tahun.  Fenomena ini terjadi dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Desember dan bulan Juni.

Sebentar lagi akan terjadi fenomena winter solstice di belahan bumi bagian utara.  Saat winter solstice terjadi, negara-negara yang letaknya ada di belahan Bumi bagian utara akan mengalami siang hari terpendek dan malam hari yang lebih lama.

Sementara di belahan Bumi bagian selatan, bulan Desember adalah waktunya summer solstice. Karena di saat itu negara-negara yang letaknya ada di belahan Bumi bagian selatan akan mengalami siang hari terlama dan malam hari terpendek.

Rupanya, ada bangsa-bangsa yang memiliki tradisi khusus menyambut fenomena solstis.

Newgrange di Irlandia

Di Irlandia, orang-orang akan berkumpul di monumen Newgrange, untuk melihat matahari terbit. Orang-orang yang pergi ke sana dipilih melalui undian tahunan.  Mereka yang terpilih akan melihat cahaya matahari di dalam ruangan di sana. Ruangan itu memiliki jendela yang akan dimasuki cahaya matahari selama 17 menit saja.

Stonehenge di Inggris

Stonehenge adalah batu-batu besar unik yang tersusun melingkar di Wiltshire, Inggris, sejak 2000 – 2000tahun sebelum masehi.  Sama seperti di Irlandia, orang-orang berkumpul di situs ini untuk merayakan “kelahiran kembali” matahari.  Di zaman dahulu, tempat ini memang menjadi tempat untuk melakukan ritual pemujaan.

Hari Touji di Jepang

Di Jepang, ada ritual unik menyambut solstis Desember.  Di sana, hari sosltis dikenal sebagai touji. Kalau di sana, ada tradisi mandi air hangat yang sudah diberi buah yuzu atau lemon.  Ritual ini dipercaya bisa membantu mengusir hawa dingin saat musim dingin tiba. Uniknya, hewan-hewan di kebun binatang juga ikut tradisi berendam ini. Yang paling terkenal ada kuda nil, capybara, dan kera.

Hari Dhong zhi di Tiongkok

Dhong zhi artinya kedatangan musim dingin.  Di zaman dahulu, perayaan ini hampir sama pentingnya dengan Lunar New Year, atau Tahun Baru Cina. Di Tiongkok, dhong zhi dirayakan dengan membuat makanan bola tepung beras di Tiongkok selatan, dan membuat pangsit di Tiongkok utara. Hari ini juga dipercaya sebagai kenaikan yang, yang merupakan simbol dari energi positif.

Hari Yule bagi kepercayaan Pagan

Penganut kepercayaan Pagan akan merayakan hari ini sebagai hari Yule, yang merupakan tanda tahun baru matahari.  Hari ini juga ditandai sebagai hari matahari “lahir kembali”.  Biasanya hari ini ada ibadah yang diisi dengan berdoa, kemudian membuat altar yang dihiasi lilin-lilin.

Kemudian, di beberapa negara seperti Norwegia, ada ritual membakar batang kayu, sambil berkumpul bersama keluarga.

Saturnalia bangsa Romawi

Bangsa Romawi kuno ada festival Saturnalia. Orang-orang akan berdandan seperti zaman Romawi dan meneriakkan “Io Saturnalia!”.  Saturnalia adalah festival untuk menghormati Saturnus, Dewa kekayaan dan pembebasan. Saat merayakannya, orang-orang bertukar hadiah satu sama lain.

Editor:  Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date