Capaian Kinerja Empat OPD Pemkab Ngawi Buruk

Ngawi, Koranmemo.com – Capaian kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Ngawi mendapatkan raport merah di semester satu tahun ini secara menyeluruh. Namun dari keseluruhan ada empat OPD yang berkinerja paling lambat.

Data pada Aplikasi Sistem Monitoring dan Evaluasi Pembangunan (SMEP) yang dikelola Bappeda, empat OPD tersebut yakni Dinas Pangan dan Perikanan (DPP), Kecamatan Ngawi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora).

Dalam data tersebut tercatat persentase capaian kerja terendah diduduki DPP yakni 1,36 persen. Sedangkan terbawah kedua Kecamatan Ngawi 5,41 persen, disusul Diskominfo 8,68, serta Disparpora 11 persen. Sedangkan empat OPD dengan kinerja tercepat yakni Sekretariat DPRD mencapai 79,79 persen, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) 61.3 persen, Kecamatan Jogorogo, Geneng, dan Bringin yang rata-rata 54 persen.

“Ini data real, berdasarkan kinerja yang didapat dari tiap OPD itu sendiri. Data itu dikumpulkan dari bobot tiga aspek yakni penyerapan keuangan, realisasi fisik, dan capaian output ourcome program,” kata Kabid Pengendalian dan Evaluasi Bappeda Ngawi, Sri Widodo, Senin (23/10).

Widodo menuturkan dari aspek penyerapan keuangan secara menyeluruh pada triwulan kedua realisasi belanja langsung baru mencapai 32,4 persen atau Rp 201 miliar, dari total Rp 810 miliar. Padahal target serapan dari pagu tersebut Rp 468 miliar atau 59,13 persen.

Sedangkan realisasi fisik secara keseluruhan OPD untuk triwulan kedua baru sebesar 31 persen dari target 58,8 persen. Sementara itu untuk capaian output dan outcome program kegiatan di triwulan II sebesar 28,6 persen target capaian pada triwulan II sebesar 59 persen. “Secara keseluruhan di triwulan kedua meleset semua capaiannya,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Ngawi Mokh Sodiq Triwidianto membenarkan empat OPD itu masih cenderung lambat menjalankan program. Dia menilai capaian kinerja OPD di triwulan II baik dari aspek keuangan, realisasi fisik, dan output/outcome belum ada yang mencapai target.

Dia menyebutkan capaian kinerja seluruh OPD terhadap pencapaian target kinerja Bupati Ngawi juga hanya sebesar 17,36 persen. “Kinerja OPD untuk triwulan II masih jauh dari target ideal 50 persen, kalau berdasarkan aplikasi SMEP Bappeda. Kami minta seluruh OPD melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan secara maksimal,” cetusnya.

Sodiq menegaskan telah memanggil empat OPD kinerja terbawah tersebut. Dia mengingatkan supaya OPD segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kinerjanya di triwulan berikutnya. Sodiq juga menegaskan jika dirinya telah menyampaikan hal tersebut ke Bupati Ngawi Budi Sulistyono. “Jangan gunakan ego sektoral, sudah bukan zamannya lagi itu,” tandasnya.

Reporter: Dika Abdillah

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.